Jajaran Polres Serang menggelar program Polisi Peduli Pendidikan (POLDIK) di sejumlah sekolah, menyasar pelajar sebagai generasi penerus yang dinilai rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.
Kab.Serang, Volunteer news ; Upaya mendekatkan institusi kepolisian dengan dunia pendidikan kembali digencarkan. Kali ini, jajaran Polres Serang menggelar program Polisi Peduli Pendidikan (POLDIK) di sejumlah sekolah, menyasar pelajar sebagai generasi penerus yang dinilai rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Commander Wish Kapolda Banten ini dilaksanakan serentak di dua wilayah, yakni Polsek Carenang dan Polsek Pamarayan, sejak pagi hari. Program tersebut juga dibalut dalam semangat “Ngariung Iman, Ngariung Aman”, yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat nilai keimanan di lingkungan pendidikan.
Di wilayah Carenang, kegiatan dipusatkan di Yayasan Yasbah Carenang. Kapolsek Carenang bersama jajaran, kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara di wilayah Pamarayan, kegiatan berlangsung di SMAN 1 Bandung dengan melibatkan unsur sekolah, Bhabinkamtibmas, tenaga pendidik, dan para pelajar.
Kasat Binmas Polres Serang, AKP Surya Sabanusa, dalam arahannya menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Ia mengingatkan para pelajar untuk menjaga disiplin, mematuhi tata tertib sekolah, serta menjauhi penyalahgunaan narkotika yang kian mengintai generasi muda.
“Pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi bagaimana membentuk karakter yang kuat, berakhlak, dan bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan para siswa.
Selain itu, para pelajar juga diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga keselamatan berlalu lintas, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Polisi turut menyoroti maraknya perilaku negatif di kalangan remaja, seperti tawuran dan perundungan, yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
Dalam kesempatan itu, siswa juga diperkenalkan pada layanan kepolisian melalui nomor darurat 110 yang dapat diakses selama 24 jam. Layanan ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan aparat dalam melaporkan potensi gangguan keamanan.
Program POLDIK ini sekaligus menjadi cerminan pendekatan humanis kepolisian dalam menjaga ketertiban sosial. Tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, polisi juga berupaya menjadi mitra edukatif bagi masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana terpantau kondusif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Bagi aparat, langkah ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sadar hukum, berkarakter, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.












