Daerah

Internet Masuk Desa, UMKM Bangkit: NTB Jadi Etalase Transformasi Digital

×

Internet Masuk Desa, UMKM Bangkit: NTB Jadi Etalase Transformasi Digital

Sebarkan artikel ini
Internet Masuk Desa, UMKM Bangkit: NTB Jadi Etalase Transformasi Digital

Ketua Tim Relasi Media, Direktorat Ekosistem Media, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Astrid Ramadiah Wijaya, saat media briefing di Lombok, Selasa (21/4/2026). 

Program Kampung Internet yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital kini menjadi pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi desa berbasis teknologi.

Lombok ; Transformasi digital tak lagi berhenti di kota-kota besar. Di sejumlah desa di Nusa Tenggara Barat (NTB), akses internet mulai mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, hingga menjalankan usaha. Program Kampung Internet yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital kini menjadi pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi desa berbasis teknologi.

Melalui kunjungan jurnalistik pada 21–23 April 2026, Direktorat Ekosistem Media, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi mengajak para jurnalis melihat langsung implementasi program tersebut di lapangan. Dua lokasi menjadi sorotan: Kampung Internet Jeruk Manis di Kabupaten Lombok Timur dan Kampung Internet Selangor di Kabupaten Lombok Tengah.

Di kedua wilayah ini, internet tak lagi sekadar sarana komunikasi, melainkan telah menjelma menjadi infrastruktur produktif. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk, memperluas jaringan konsumen, hingga meningkatkan daya saing.

Ketua Tim Relasi Media Kemkomdigi, Astrid Ramadiah Wijaya, menegaskan bahwa Program Kampung Internet dirancang untuk menjawab kesenjangan akses digital di daerah.

“Ini bukan sekadar menghadirkan jaringan, tetapi membangun fondasi ekonomi digital dari desa,” ujarnya dalam media briefing di Lombok, Selasa (21/4).

Menurut Astrid, paradigma pembangunan digital kini telah bergeser. Pemerintah tidak lagi hanya fokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga mendorong pemanfaatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Internet, kata dia, telah menjadi kebutuhan dasar—sejajar dengan layanan publik lainnya.

Program Kampung Internet menghadirkan akses broadband, perangkat pendukung, serta pelatihan literasi digital. Pendekatan ini bertujuan memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital.

Di lapangan, dampaknya mulai terlihat. UMKM lokal memanfaatkan media sosial dan platform daring untuk menjangkau pasar yang sebelumnya tak terbayangkan. Produk-produk desa, dari kerajinan hingga hasil pertanian, kini memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.

Lebih jauh, konektivitas juga membuka akses terhadap layanan pendidikan dan informasi publik. Masyarakat desa kini dapat mengakses materi pembelajaran, layanan administrasi, hingga peluang ekonomi secara lebih cepat dan efisien.

Melalui program ini, pemerintah berharap desa tidak lagi menjadi titik tertinggal dalam peta pembangunan digital nasional. Sebaliknya, desa diharapkan menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

NTB, dalam konteks ini, menjadi etalase perubahan. Dari wilayah yang sempat mengalami keterbatasan akses, kini bertransformasi menjadi contoh bagaimana konektivitas dapat menggerakkan ekonomi rakyat. Internet, pada akhirnya, bukan sekadar jaringan, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih inklusif.