Nasional

Kemendes PDT Gaspol! Desa Wisata Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Baru dari Akar Rumput

×

Kemendes PDT Gaspol! Desa Wisata Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Baru dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini
Kemendes PDT Gaspol! Desa Wisata Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Baru dari Akar Rumput

Mendes PDT Yandri SuSanto saat menerima audiensi Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, di ruang kerjanya Kantor Kemendes PDT, Jakarta.

Desa Wisata Naik Kelas, Yandri Susanto Dorong Tembus Pasar Global Lewat BUM Desa. 

Jakarta ; Pemerintah terus memperkuat peran desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), pengembangan desa wisata kini dipacu menjadi motor baru ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa wisata bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan strategi utama dalam mendorong transformasi ekonomi desa dari hulu ke hilir.

Desa harus mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki, baik alam maupun budaya, sehingga masyarakat menjadi pelaku utama dalam menggerakkan ekonomi di wilayahnya,” ujar Yandri dalam keterangannya usai menerima audiensi Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, penguatan desa wisata merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing desa di tengah perubahan ekonomi global. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang aktif mengelola potensi dan menentukan arah pertumbuhan ekonominya sendiri.

Kemendes PDT mendorong kepala daerah untuk segera melakukan pemetaan potensi desa secara komprehensif, mulai dari desa tematik, desa hortikultura, hingga desa wisata. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas intervensi program pemerintah, termasuk pengembangan desa ekspor berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Ke depan, kita gunakan sistem proposal. Pemerintah daerah bisa mengusulkan desa yang siap dikembangkan, baik desa wisata maupun desa ekspor, sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran,” jelas Yandri.

Pengembangan desa wisata juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Keterlibatan langsung masyarakat dalam pengelolaan pariwisata diharapkan mampu mendorong peningkatan keterampilan, mulai dari manajemen usaha, pelayanan wisata, hingga pemasaran digital.

Selain itu, desa wisata dinilai mampu membuka lapangan kerja baru dan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal, seperti tumbuhnya sektor UMKM, kuliner, kerajinan, hingga jasa transportasi.

Lebih jauh, Kemendes PDT juga menyiapkan skema desa ekspor untuk mendorong produk-produk unggulan desa menembus pasar internasional. Melalui penguatan BUM Desa, desa diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang kompetitif di pasar global.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pengembangan desa wisata diyakini menjadi langkah konkret dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antara desa dan kota. Transformasi ini sekaligus mempertegas peran desa sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah tantangan global, strategi “gaspol” pengembangan desa wisata menjadi sinyal kuat bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota besar, melainkan tumbuh dari desa, dari akar rumput yang kini mulai naik kelas menuju panggung dunia