Nasional

Longsor Hantam Tol Bocimi, Kemen PU Bergerak Cepat Selamatkan Jalur Strategis

×

Longsor Hantam Tol Bocimi, Kemen PU Bergerak Cepat Selamatkan Jalur Strategis

Sebarkan artikel ini

Meski sempat mengganggu arus lalu lintas, respons cepat Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bersama operator jalan tol membuat jalur strategis tersebut segera kembali berfungsi.

Jakarta, Volunteer news ; Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Barat memicu longsor di ruas Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) KM 72+000 B arah Parungkuda menuju Jakarta, Rabu (6/5/2026). Meski sempat mengganggu arus lalu lintas, respons cepat Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bersama operator jalan tol membuat jalur strategis tersebut segera kembali berfungsi.

Insiden longsor itu terjadi di salah satu ruas penting penghubung Bogor, Sukabumi, hingga wilayah selatan Jawa Barat. Material tanah sempat menutup sebagian badan jalan dan memaksa petugas melakukan penanganan darurat di lokasi.

Berdasarkan laporan operator jalan tol PT Trans Jabar Tol (TJT), tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Tidak ditemukan pula kendaraan pengguna jalan yang terdampak langsung material longsor.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi darurat di jaringan jalan nasional.

Penanganan dilakukan secara cepat dengan fokus pada pembersihan material longsor, pengerahan alat berat, serta memastikan jalur transportasi dapat segera kembali berfungsi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Untuk mempercepat proses evakuasi material, Kemen PU bersama PT Trans Jabar Tol menurunkan berbagai peralatan berat ke lokasi, di antaranya dua unit excavator, 10 dump truck, dan tiga unit water tank, serta dukungan pencahayaan agar pekerjaan bisa berlangsung hingga malam hari.

Selama proses penanganan berlangsung, arus kendaraan sempat dialihkan melalui Gerbang Tol Cigombong guna menghindari risiko bagi pengguna jalan.

Hingga pukul 21.00 WIB pada hari kejadian, progres pembersihan menunjukkan hasil signifikan. Bahu dalam, lajur 2, dan lajur 1 telah dibersihkan dari material longsor. Sementara itu, pembersihan di bahu luar dan area rounding terus dilanjutkan.

Berdasarkan laporan terbaru, ruas tol tersebut kembali dibuka secara operasional pada Kamis (7/5/2026) pukul 01.00 WIB, setelah proses pembersihan menyeluruh dan pemasangan rambu keselamatan selesai dilakukan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menyebut kecepatan respons di lapangan menjadi faktor utama agar gangguan lalu lintas tidak berlangsung lama.

Begitu kejadian dilaporkan, penanganan langsung dilakukan. Fokus kami membuka akses secepat mungkin tanpa mengabaikan keselamatan. Dalam beberapa jam lajur sudah bisa difungsikan kembali,” ujar Wilan.

Meski jalur telah kembali dibuka, evaluasi teknis terhadap kondisi lereng di sekitar lokasi longsor tetap dilakukan. Pemerintah ingin memastikan keamanan jangka panjang dan mencegah potensi gangguan serupa saat curah hujan tinggi kembali terjadi.

Peristiwa ini menjadi gambaran pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur nasional. Ketika bencana datang mendadak, kecepatan respons menjadi penentu agar roda ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Penulis: TimEditor: Wafiq Azizah