Daerah

Tragedi di Cirumpak: Novi Anak Yatim Terkapar Usai Santap Makanan MBG di Sekolah

×

Tragedi di Cirumpak: Novi Anak Yatim Terkapar Usai Santap Makanan MBG di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Tragedi di Cirumpak: Novi Anak Yatim Terkapar Usai Santap Makanan MBG di Sekolah

Kepala Desa Cirumpak, H. Ridwan, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menimpa puluhan pelajar di Desa Cirumpak. 

Peristiwa yang menimpa Novi bukan kasus tunggal. Puluhan pelajar di Desa Cirumpak dilaporkan mengalami gejala serupa, mulai dari mual, muntah, hingga harus mendapatkan penanganan medis usai menyantap makanan yang disajikan.

Kab.Tangerang, Volunteer news ; Siang itu seharusnya menjadi hari biasa bagi Novi, siswi di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Ia berangkat ke sekolah seperti anak-anak lain, belajar, bermain, lalu menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di lingkungan sekolah. Namun sepulang sekolah, Novi justru pulang dalam kondisi memprihatinkan.

Wajah bocah itu pucat. Langkahnya lemah. Setibanya di rumah, ia mengeluh sakit perut kepada sang nenek, Ibu Sarah, yang selama ini merawatnya.

Belum sempat dibawa ke dokter, Novi mendadak muntah-muntah. Tubuhnya semakin lemas hingga keluarga panik dan segera memanggil petugas kesehatan untuk mendapat pertolongan medis.

Setibanya cucu saya pulang sekolah, dia terlihat pucat dan mengeluhkan sakit perut. Belum sempat saya bawa ke dokter, cucu saya langsung muntah-muntah dan badannya lemas. Katanya habis makan makanan dari MBG waktu di sekolah,” ujar Ibu Sarah kepada Volunteer, Senin (4/5/2026).

Dalam perawatan, Novi harus menjalani penanganan intensif. Tiga botol infus diberikan untuk memulihkan cairan tubuhnya yang terkuras akibat muntah berulang.

Saat ini kondisi cucu saya masih lemas, dan masih minum obat,” kata Sarah lirih.

Kisah Novi menyentuh banyak hati karena ia merupakan anak yatim yang tumbuh dalam pelukan sang nenek. Sementara ibunya bekerja di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga demi menopang kebutuhan keluarga.

Novi anak yatim, ibunya sedang kerja jadi TKW di luar negeri. Jadi Novi tinggal bersama saya,” tuturnya.

Meski biaya pengobatan disebut telah diganti oleh pihak penyelenggara program, trauma yang tersisa jauh lebih sulit dipulihkan. Sang nenek mengaku masih cemas setiap kali melihat cucunya belum kembali ceria seperti biasanya.

Peristiwa yang menimpa Novi bukan kasus tunggal. Puluhan pelajar di Desa Cirumpak dilaporkan mengalami gejala serupa, mulai dari mual, muntah, hingga harus mendapatkan penanganan medis usai menyantap makanan yang disajikan.

Kepala Desa Cirumpak, H. Ridwan, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebutKepala Desa Cirumpak, H. Ridwan, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.

Kami menyayangkan adanya insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan pelajar di Desa Cirumpak,” ujarnya.

Kini, di balik ramainya pembahasan soal program makan bergizi, ada wajah Novi yang masih terbaring lemah. Ada seorang nenek yang terus menunggu di sisi kasur sambil memanjatkan doa.

Bagi keluarga kecil itu, persoalannya bukan sekadar makanan. Ini tentang rasa aman yang hilang, tentang anak kecil yang mestinya belajar dengan tenang, bukan berakhir dalam perawatan.

Hingga berita ini ditayangkan para pihak,pihak SPPG dan instansi terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari sumber lapangan.Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Syam/TimEditor: Agus Karnawi