Bareskrim Polri bersama Bank Indonesia dan unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) melaksanakan konferensi pers dan seremonial pemusnahan uang rupiah palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Jakarta, Volunteer news ; Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Bank Indonesia (BI) menggencarkan perang terhadap sindikat pemalsuan uang dengan memusnahkan 466.535 lembar rupiah palsu dalam seremoni resmi di Kantor Pusat Bank Indonesia, Rabu (13/5/2026). Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa negara tidak memberi ruang bagi kejahatan yang mengancam kepercayaan terhadap mata uang nasional.
Pemusnahan dilakukan bersama unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu melalui mesin pencacah setelah memperoleh izin resmi dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dengan metode tersebut, seluruh barang bukti dipastikan hancur total dan tidak mungkin kembali beredar di masyarakat.
Wakabareskrim Polri Nunung Syaifuddin menegaskan bahwa pemberantasan uang palsu merupakan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Polri berkomitmen menindak tegas segala bentuk kejahatan mata uang, mulai dari pembuatan, penyimpanan, hingga peredaran uang palsu,” ujar Nunung Syaifuddin.
Menurut dia, sepanjang 2025 hingga April 2026, rasio temuan uang palsu berhasil ditekan dari 4 ppm menjadi 1 ppm. Capaian itu dinilai sebagai hasil sinergi antara aparat penegak hukum, perbankan, dan lembaga pengawas keuangan.
Tak hanya itu, Bareskrim Polri dan jajaran juga mengungkap 252 laporan polisi terkait kasus uang palsu dalam periode 2025–2026. Dari operasi tersebut, polisi menetapkan 1.241 tersangka serta menyita 137.005 lembar rupiah palsu dan 17.267 lembar dolar palsu.
Besarnya jumlah tersangka menunjukkan bahwa jaringan pemalsu uang masih menjadi ancaman serius. Modus kejahatan ini tidak hanya menyasar transaksi tunai masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas perekonomian nasional.
“Uang palsu tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap mata uang negara,” kata Nunung Syaifuddin.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyebut kualitas pengamanan rupiah Indonesia kini semakin canggih dan sulit dipalsukan. Menurut dia, peningkatan teknologi cetak uang menjadi faktor penting dalam menekan peredaran uang palsu.
Ia menambahkan, seri uang emisi 2022 bahkan meraih penghargaan internasional Best New Banknote Series pada IACA Currency Award 2023. Pecahan Rp50.000 emisi 2022 juga masuk jajaran uang kertas paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia.
Bareskrim mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang tunai. Jika menemukan ciri mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada aparat atau pihak bank terdekat.
Dengan pemusnahan ratusan ribu lembar rupiah palsu ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa perlindungan terhadap rupiah bukan sekadar simbol, melainkan bagian penting menjaga kepercayaan publik dan kedaulatan ekonomi Indonesia.












