Tenaga Alih Daya PT GDPS mendukung proyek pemeliharaan pesawat di Arab Saudi.
Tangerang, Volunteer news ; Tangerang kembali mencuri perhatian lewat kiprah sumber daya manusia Indonesia di level internasional. PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) kembali memberangkatkan tenaga kerja berkeahlian tinggi sebagai Cabin Technician untuk mendukung proyek pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) di Arab Saudi.
Sebanyak 10 tenaga profesional diberangkatkan pada 11 April 2026, menandai kepercayaan berkelanjutan dari mitra luar negeri terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia, khususnya di sektor aviasi yang membutuhkan ketelitian tinggi dan standar kerja global.
GDPS merupakan perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) yang menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group. Perusahaan ini dikenal fokus pada pengembangan layanan berbasis teknologi, efisiensi operasional, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia.
Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, mengatakan penempatan tenaga ahli ke luar negeri bukan sekadar agenda bisnis, tetapi juga misi membawa nama baik Indonesia di mata dunia.
“Ini bukan hanya tentang pengiriman tenaga kerja, tetapi bagaimana SDM Indonesia menunjukkan kualitas, disiplin, dan profesionalisme sehingga kepercayaan itu kembali diberikan,” kata Cornelis di Tangerang, Jumat (8/5/2026).
Sebelumnya, pada 2–3 Februari 2026, GDPS juga telah mengirim 12 tenaga profesional untuk proyek yang sama. Dengan tambahan pengiriman terbaru, total 22 tenaga profesional Indonesia kini telah diberangkatkan untuk mendukung proyek pemeliharaan pesawat di Arab Saudi.
Menurut Cornelis, kepercayaan berulang dari mitra internasional menjadi bukti bahwa tenaga profesional Indonesia mampu menjawab kebutuhan industri global dengan kualitas yang kompetitif.
“Keberlanjutan penugasan ini mencerminkan pengakuan terhadap kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja yang kami siapkan,” ujarnya.
Seluruh teknisi yang diberangkatkan disebut telah melalui proses seleksi ketat, pelatihan teknis, serta persiapan sesuai standar industri internasional. Selain kemampuan teknis, karakter pekerja Indonesia yang adaptif, ramah, dan pekerja keras juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Langkah GDPS ini dinilai memberi dampak strategis, bukan hanya bagi para pekerja yang memperoleh pengalaman global, tetapi juga bagi peningkatan kualitas SDM nasional di masa depan.
Sebelumnya, GDPS juga telah menempatkan tenaga profesional Indonesia ke sejumlah negara lain seperti Korea Selatan, Papua Nugini, dan Uni Emirat Arab.
Ke depan, perusahaan berkomitmen memperluas jaringan kerja sama internasional dan membuka peluang lebih luas bagi tenaga profesional Indonesia untuk berkarier di panggung dunia secara aman dan kompetitif.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kabar dari Tangerang ini menjadi penanda bahwa talenta Indonesia tak lagi sekadar siap bersaing, tetapi mulai dipercaya dan dibutuhkan dunia.


