Keluhan warga mencuat setelah beredar informasi bahwa jalan lingkungan di kawasan itu akan diperbaiki melalui proyek hotmix pada tahun anggaran 2026. Namun sampai awal Mei, warga mengaku belum melihat adanya aktivitas pengerjaan di lapangan.
Kab.Tangerang,Volunteer news ; Warga Kampung Cibareng RT 13/04 Blok Asrokim, Desa Mekarbaru, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, mempertanyakan kejelasan realisasi proyek peningkatan jalan lingkungan yang disebut telah masuk dalam paket pekerjaan pemerintah. Hingga kini, kondisi jalan di wilayah tersebut masih rusak dan belum tersentuh pembangunan.
Keluhan warga mencuat setelah beredar informasi bahwa jalan lingkungan di kawasan itu akan diperbaiki melalui proyek hotmix pada tahun anggaran 2026. Namun sampai awal Mei, warga mengaku belum melihat adanya aktivitas pengerjaan di lapangan.
“Kami sebelumnya sudah mengusulkan perbaikan jalan ini karena memang kondisinya rusak dan mengganggu aktivitas warga. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar salah seorang warga kepada Volunteer News, Rabu, 6 Mei 2026.
Jalan lingkungan di RT 13/04 disebut menjadi akses penting bagi warga untuk kegiatan sehari-hari, mulai dari mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga jalur anak-anak menuju sekolah. Saat hujan turun, sebagian ruas jalan kerap licin dan berlubang.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek hotmix di Blok Asrokim Kampung Cibareng RT 13/04 telah tercantum dalam paket Pengadaan Langsung (PL) Kecamatan Mekarbaru. Pekerjaan tersebut dimenangkan oleh CV Danial Putra sebagai kontraktor pelaksana.
Nilai pagu anggaran proyek itu tercatat sebesar Rp149 juta, dengan tanggal penandatanganan kontrak pada 17 April 2026.
Meski demikian, lebih dari dua pekan sejak kontrak diteken, warga menyebut belum ada tanda-tanda dimulainya pekerjaan. Tidak terlihat pengukuran lokasi, mobilisasi material, maupun pemasangan papan informasi proyek di area setempat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kesiapan pelaksana, jadwal pengerjaan, hingga pengawasan dari instansi terkait. Warga berharap pemerintah daerah segera memberi penjelasan agar tidak menimbulkan dugaan negatif.
“Kalau memang sudah ada proyeknya, kami berharap segera dikerjakan. Jangan sampai masyarakat hanya mendengar kabar, tapi di lapangan tidak ada perubahan,” kata warga lainnya.
Transparansi proyek infrastruktur tingkat lingkungan dinilai penting, terutama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan menggunakan anggaran publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Danial Putra maupun instansi terkait di Kecamatan Mekarbaru belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari sumber lapangan.Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.












