Sosial

Kisah Haru Warga Cibetok, Seorang ibu Panggul Beras Bantuan Pangan di Atas Kepala Demi Keluarga di Rumah

×

Kisah Haru Warga Cibetok, Seorang ibu Panggul Beras Bantuan Pangan di Atas Kepala Demi Keluarga di Rumah

Sebarkan artikel ini
Kisah Haru Warga Cibetok, Seorang ibu Panggul Beras Bantuan Pangan di Atas Kepala Demi Keluarga di Rumah

Perhatian warga tertuju pada sosok seorang ibu paruh baya yang berjalan perlahan meninggalkan lokasi. Di atas kepalanya, dua karung beras bantuan dipanggul tanpa menggunakan kain penyangga. 

Kab.Tangerang, Volunteer news ; Teriknya matahari siang itu seakan tak mampu menghentikan langkah warga yang memadati Kantor Balai Desa Desa Cibetok, Kecamatan Gunung Kaler, Sabtu (16/05/2026). Sejak pagi, masyarakat datang silih berganti untuk menerima program bantuan pangan tahun 2026 periode Februari–Maret.

Di halaman balai desa, petugas dan staf tampak sibuk melayani warga penerima bantuan. Satu per satu warga dipanggil untuk menerima dua karung beras dengan total 20 kilogram serta empat liter minyak sayur yang menjadi bagian dari program bantuan pangan pemerintah.

Namun di tengah ramainya pembagian bantuan, perhatian warga tertuju pada sosok seorang ibu paruh baya yang berjalan perlahan meninggalkan lokasi. Di atas kepalanya, dua karung beras bantuan dipanggul tanpa menggunakan kain penyangga

Tanpa kendaraan, perempuan itu harus membawa sendiri bantuan pangan menuju rumahnya. Langkahnya tampak berat di bawah panas matahari yang menyengat, namun ia tetap berjalan dengan penuh keteguhan.

Ini beras program bantuan pangan  Pak. Karena saya enggak ada kendaraan jadi terpaksa saya panggul di atas kepala,” ujarnya pelan.

Pemandangan itu menjadi potret sederhana namun menyentuh tentang perjuangan masyarakat kecil demi kebutuhan keluarga di rumah. Bagi sebagian warga, bantuan pangan bukan sekadar bantuan rutin, melainkan penyambung kebutuhan hidup di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Tidak sedikit warga yang datang tanpa kendaraan. Sebagian membawa pulang bantuan menggunakan sepeda motor, ada pula yang dipikul sendiri berjalan kaki menyusuri jalan desa.

Sejumlah warga mengaku bersyukur program bantuan pangan masih terus disalurkan karena sangat membantu kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga bahan pokok masih dirasakan cukup tinggi.

Di balik antrean panjang dan sibuknya proses penyaluran bantuan, tersimpan kisah-kisah perjuangan yang jarang terlihat. Sosok ibu yang memanggul beras di atas kepala itu seolah menjadi simbol ketabahan masyarakat kecil yang tetap kuat menjalani hidup demi keluarga mereka.

Suasana siang di Balai Desa Cibetok pun tidak hanya dipenuhi aktivitas pembagian bantuan, tetapi juga cerita tentang perjuangan, kesabaran, dan harapan warga untuk hari esok yang lebih baik.