Camat Binuang bersama staf saat meninjau kondisi bangunan Mushola yang nyaris ambruk (24/04/2026).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binuang 2 di bawah naungan Yayasan Poros Aksi Warga Nyata memperluas kiprahnya dengan merencanakan renovasi mushola di lingkungan Kantor Kecamatan Binuang.
Kabupaten Serang ; Upaya pemenuhan gizi anak didik di Kecamatan Binuang kini berjalan beriringan dengan penguatan nilai sosial dan keagamaan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binuang 2 di bawah naungan Yayasan Poros Aksi Warga Nyata memperluas kiprahnya dengan merencanakan renovasi mushola di lingkungan Kantor Kecamatan Binuang.
Langkah ini menjadi penanda bahwa program pemenuhan gizi tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat. Mushola yang selama ini menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan dinilai perlu ditingkatkan kualitasnya agar lebih nyaman dan representatif.
Vini Krismonita Perwakilan SPPG Yayasan Poros Aksi Warga Nyata Binuang 2 menyampaikan bahwa renovasi tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Insyaallah dalam waktu dekat ini kami akan memulai pembangunan renovasi mushola di lingkungan Kantor Kecamatan Binuang. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan kehadiran SPPG dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat Binuang dan Kabupaten Serang secara umum,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).
Respons positif datang dari pemerintah setempat. Camat Binuang, Mamak Abror,SE.,MM.,menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk sinergi antara lembaga pelayanan masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, renovasi mushola ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga investasi sosial yang memperkuat kehidupan beragama di lingkungan pemerintahan.
“Kami sangat menyambut baik kepedulian SPPG Binuang 2. Ini adalah kontribusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Abror.
Dukungan serupa juga disampaikan warga. Abdullah, warga Desa Binuang, menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
“Kami sangat mengapresiasi. Semoga menjadi amal ibadah dan dibalas dengan kebaikan yang berlipat,” ujarnya.
Rencana renovasi mushola ini memperlihatkan wajah lain dari program pelayanan gizi: tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial, kolaborasi semacam ini menjadi contoh bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan sentuhan kemanusiaan yang utuh, dari asupan gizi hingga ruang ibadah yang layak.












