Pariwisata

Viral! Cara Unik Warga Tangerang Tangkap Ikan Tanpa Umpan di Situ Patrasana

×

Viral! Cara Unik Warga Tangerang Tangkap Ikan Tanpa Umpan di Situ Patrasana

Sebarkan artikel ini
Viral! Cara Unik Warga Tangerang Tangkap Ikan Tanpa Umpan di Situ Patrasana

Di tepian situ yang airnya tampak tenang, beberapa warga terlihat sibuk memainkan alat berbentuk persegi dari bambu dan jaring. Alat itu dikenal dengan nama “Anco”, jebakan ikan tradisional yang hingga kini masih dipertahankan warga sebagai cara menangkap ikan di perairan dangkal.

Kab.Tangerang, Volunteer news ; Suasana tenang di kawasan pintu air Situ Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mendadak menjadi perhatian warga dan pengguna media sosial. Bukan karena keramaian wisata atau acara besar, melainkan aktivitas sederhana masyarakat setempat yang menangkap ikan dengan cara tradisional tanpa menggunakan umpan.

Di tepian situ yang airnya tampak tenang, beberapa warga terlihat sibuk memainkan alat berbentuk persegi dari bambu dan jaring. Alat itu dikenal dengan nama “Anco”, jebakan ikan tradisional yang hingga kini masih dipertahankan warga sebagai cara menangkap ikan di perairan dangkal.

Pemandangan tersebut dinilai unik karena berbeda dari metode menangkap ikan pada umumnya yang menggunakan kail, jaring pukat, maupun umpan tertentu. Dengan Anco, warga hanya menurunkan jebakan ke dalam air lalu menunggu ikan masuk dengan sendirinya.

Ini namanya Anco, jebakan ikan tradisional buatan sendiri, Pa. Anco diturunkan ke air, nanti ada ikan nyasar masuk ke anco, terus anco kita tarik,” ujar seorang warga sambil menunjukkan cara kerja alat tersebut.

Anco dibuat dari susunan bilahan bambu yang dirakit sederhana kemudian dipadukan dengan jaring halus dan tali penarik. Saat digunakan, alat tersebut diturunkan perlahan ke dasar air dan dibiarkan beberapa menit sebelum kembali diangkat ke permukaan.

Meski terlihat sederhana, cara menangkap ikan dengan Anco membutuhkan kesabaran dan kejelian membaca pergerakan ikan di dalam air. Warga biasanya memilih titik tertentu yang dianggap menjadi jalur ikan melintas.

Keunikan lainnya, alat tradisional ini sama sekali tidak memerlukan umpan. Warga hanya mengandalkan jebakan alami dari posisi jaring yang terbuka di bawah permukaan air.

Aktivitas itu pun menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Anak-anak hingga orang dewasa tampak menikmati suasana santai di tepian Situ Patrasana sambil menunggu hasil tangkapan. Sesekali terdengar tawa warga ketika ikan berhasil terjebak di dalam Anco.

Di tengah maraknya penggunaan alat tangkap modern, keberadaan Anco menjadi simbol tradisi kampung yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Selain murah dan mudah dibuat sendiri, alat ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak merusak habitat perairan.

Bagi sebagian warga Kresek, menangkap ikan dengan Anco bukan hanya soal mencari hasil tangkapan, tetapi juga bagian dari kebersamaan dan warisan budaya lokal yang terus dijaga secara turun-temurun.

Kini, aktivitas sederhana warga di Situ Patrasana itu mulai menarik perhatian publik. Banyak warga menyebut cara tradisional tersebut sebagai potret kehidupan kampung yang masih alami dan jauh dari hiruk-pikuk modernisasi.