Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) dari Polresta Tangerang sudah bersiaga sejak pukul 10.00 WIB. Mereka tidak sekadar berdiri mengawasi, tetapi aktif menyusuri kerumunan, memberi peringatan langsung kepada wisatawan yang terlalu jauh bermain air.
Kabupaten Tangerang ; Riuh suara pengunjung memecah tenang pesisir di Pulau Cangkir, Minggu, 19 April 2026. Sejak pagi, arus wisatawan mengalir tanpa jeda, memenuhi jalur penyeberangan hingga bibir pantai. Di tengah lonjakan itu, aparat kepolisian bergerak cepat mengantisipasi risiko yang kerap datang diam-diam: laut pasang.
Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) dari Polresta Tangerang sudah bersiaga sejak pukul 10.00 WIB. Mereka tidak sekadar berdiri mengawasi, tetapi aktif menyusuri kerumunan, memberi peringatan langsung kepada wisatawan yang terlalu jauh bermain air.
Kepala Satpolairud, Komisaris Polisi Sri Raharja, mengatakan kondisi perairan yang sedang pasang menjadi perhatian utama.
“Kami terus mengingatkan agar pengunjung tidak berenang terlalu ke tengah. Permukaan laut terlihat tenang, tetapi arus bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.
Pemandangan di lapangan memperlihatkan kontras yang khas: anak-anak berlarian di tepian air, remaja berswafoto di ombak kecil, sementara orang tua mencoba mengawasi dari kejauhan. Dalam situasi ramai seperti itu, kelengahan sekecil apa pun bisa berujung pada insiden.
Petugas pun tak henti mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan di tengah kepadatan pengunjung yang terus bertambah. Beberapa kali, anggota Satpolairud terlihat membantu orang tua yang sempat kehilangan jejak anaknya di antara kerumunan.
Meski jumlah wisatawan membludak, situasi hingga siang hari terpantau kondusif. Cuaca cerah mendukung aktivitas wisata, dan gelombang relatif aman untuk kegiatan di tepian pantai. Namun bagi aparat, kondisi “aman” bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
Pengamanan di kawasan Pantai Pulau Cangkir ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menghadapi lonjakan wisatawan akhir pekan. Di kawasan yang memadukan wisata pantai dan ziarah ini, pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibanding penanganan setelah kejadian.
Di balik suasana liburan yang semarak, pesan yang disampaikan aparat tetap tegas: keselamatan bukan urusan petugas semata. Di wilayah pesisir, risiko kerap datang tanpa tanda, dan kewaspadaan adalah satu-satunya pelampung yang bisa diandalkan.










