Daerah

Warga Kecewa Proyek Hotmix di Kp. Kulung Baya Desa Sidoko Diduga Asal Jadi: Baru Berumur Hitungan Hari Sudah Retak

×

Warga Kecewa Proyek Hotmix di Kp. Kulung Baya Desa Sidoko Diduga Asal Jadi: Baru Berumur Hitungan Hari Sudah Retak

Sebarkan artikel ini
Warga Kecewa Proyek Hotmix di Kp. Kulung Baya Desa Sidoko Diduga Asal Jadi: Baru Berumur Hitungan Hari Sudah Retak

Kabupaten Tangerang ; Peningkatan infrastruktur jalan di Kampung Kulung Baya, Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, disambut antusias oleh masyarakat setempat. Jalan yang telah lama mengalami kerusakan akhirnya mendapat perbaikan melalui pekerjaan hotmix. Namun, kegembiraan warga berubah menjadi kekecewaan setelah terlihat adanya retakan dini pada permukaan jalan yang baru saja selesai dikerjakan.

Warga Kecewa Proyek Hotmix di Kp. Kulung Baya Desa Sidoko Diduga Asal Jadi: Baru Berumur Hitungan Hari Sudah Retak

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik pada badan jalan telah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pengerjaan proyek tidak dilakukan sesuai spesifikasi teknis. Dugaan minimnya pemadatan dan kualitas konstruksi yang dipertanyakan menjadi sorotan utama.

Kami mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur. Namun, pengawasan yang ketat sangatlah diperlukan agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas. Ironisnya, hotmix yang baru saja dikerjakan di Kampung Kulung Baya diduga sudah mengalami retak,” ungkap anggota LSM dan wartawan saat berdiskusi bersama warga di Desa Sidoko, Minggu (23/11/2025).

Faktor Penyebab Retaknya Hotmix Secara Dini

Sejumlah praktisi konstruksi menyebutkan beberapa penyebab umum yang kerap memicu kerusakan cepat pada lapisan aspal, di antaranya:

1. Kualitas Material dan Konstruksi yang Buruk

Penggunaan material aspal berkualitas rendah atau tidak sesuai Job Mix Formula (JMF) dapat mengurangi daya rekat serta elastisitas lapisan aspal. Hal ini membuat permukaan jalan mudah mengalami retak. Selain itu, kesalahan dalam proses konstruksi, seperti pemadatan yang tidak optimal atau fondasi (lapisan dasar) yang lemah, juga menjadi penyebab utama kerusakan dini.

2. Pemadatan yang Tidak Sesuai Standar

Ketidaktepatan dalam proses pemadatan saat penghamparan hotmix dapat menimbulkan rongga udara berlebih di dalam lapisan aspal. Kondisi ini membuat jalan rentan rusak ketika menerima beban kendaraan atau terpapar cuaca ekstrem.

3. Pengawasan Lapangan yang Minim

Tidak adanya kontrol kualitas yang konsisten selama pengerjaan menyebabkan penyimpangan terhadap standar teknis tidak terdeteksi sejak awal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan pengerjaan yang tidak sesuai standar tersebut.

Warga berharap agar pemerintah daerah melakukan audit terhadap pekerjaan ini dan memastikan setiap proyek infrastruktur dilaksanakan dengan kualitas terbaik demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari sumber lapangan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.