Inovasi Bhabinkamtibmas Polsek Carenang hadirkan pendekatan humanis: kopi hangat, dialog terbuka, dan solusi keamanan berbasis kedekatan sosial.
Kabupaten Serang : Pemandangan berbeda tampak di wilayah Kecamatan Carenang setiap malam Ramadan. Sebuah sepeda motor dinas polisi yang dimodifikasi menjadi gerobak kopi keliling berhenti di tengah kerumunan warga usai salat tarawih. Di balik gerobak bertuliskan “Warbin Keliling Serap Aspirasi Cari Solusi”, seorang anggota Bhabinkamtibmas berdiri menyeduh kopi, bukan sekadar untuk menghangatkan malam, tetapi juga membuka ruang dialog.
program Warbinling ( Warung bhabin keliling) yang digagas Polda Banten ini menjadi pendekatan humanis dalam menjalankan fungsi pengayoman, perlindungan, dan pelayanan masyarakat. Gerobak kopi yang terpasang di sepeda motor dinas menjelma simbol kedekatan polisi dengan warga, sekaligus medium penyerap aspirasi yang cair dan tanpa sekat.
Suasana hangat langsung tercipta setiap kali gerobak kopi berhenti. Warga yang awalnya hanya ingin menikmati kopi gratis perlahan larut dalam percakapan ringan hingga diskusi mengenai persoalan lingkungan, keamanan, hingga kebutuhan sosial di wilayah binaan.
“Ngopi dan curhat bareng. Kami ingin hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat. Jika membutuhkan bantuan cepat, nomor telepon sudah tercantum di gerobak atau bisa menghubungi layanan 110,” ujar Brigpol Suhendi anggota Bhabinkamtibmas kecamatan Carenang
Kapolsek Carenang, AKP Desma Priatna,S.H.,menilai program Warbin Keliling sebagai strategi komunikasi sosial yang efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap kepolisian.
“Program ini memudahkan masyarakat menyampaikan informasi maupun persoalan yang dihadapi. Dengan komunikasi yang cair, solusi dapat dicari bersama secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan digelar secara rutin, khususnya selama Ramadan. Momentum selepas tarawih dinilai sebagai waktu paling tepat karena warga berkumpul dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.
Lebih dari sekadar inovasi pelayanan, Warbin Keliling menjadi refleksi perubahan paradigma pemolisian yang menempatkan kedekatan emosional sebagai fondasi menjaga keamanan lingkungan. Kopi hangat yang dibagikan gratis berubah menjadi jembatan kepercayaan, sementara percakapan sederhana menjadi pintu masuk penyelesaian persoalan sosial di tingkat akar rumput.
Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, langkah kecil seperti Warbin Keliling menunjukkan bahwa keamanan tidak selalu dimulai dari patroli bersenjata, tetapi juga dari percakapan, empati, dan secangkir kopi yang menyatukan.












