TNI Angkatan Darat (TNI AD) bergerak cepat membantu pembersihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya.
Pidie Jaya ; TNI Angkatan Darat (TNI AD) bergerak cepat melakukan pembersihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025) dengan fokus utama membersihkan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah agar dapat segera difungsikan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
Komandan Koramil 19 Meureudu Pidie Jaya, Kapten Inf Supriadi, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam masa pemulihan pascabencana. Menurutnya, percepatan pembersihan sekolah penting untuk memastikan anak-anak tidak terlalu lama kehilangan akses terhadap proses belajar.
“Kami mengutamakan pembersihan fasilitas sekolah agar bisa segera digunakan kembali. Harapannya, saat anak-anak kembali masuk sekolah, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal,” ujar Kapten Supriadi.
Hingga saat ini, TNI AD telah membersihkan tujuh sekolah yang terdampak banjir bandang. Kegiatan tersebut melibatkan personel Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 857 Gana Gajah Sora yang diperbantukan di Kodim 0102/Pidie, dengan kekuatan 25 personel di lapangan.
“Sekolah yang saat ini kami tangani merupakan sekolah ketujuh dengan kondisi lumpur cukup tebal. Sebanyak 18 ruang kelas kami targetkan dapat kembali difungsikan dalam waktu satu minggu,” jelasnya.
Kapten Supriadi menambahkan, setelah pembersihan di lokasi tersebut selesai, TNI AD akan melanjutkan kegiatan serupa di sekolah lain yang masih terdampak, selama kondisi medan dan cuaca memungkinkan.
Sementara itu, Kepala Sekolah MIN 1 Pidie Jaya, Asyari, mengungkapkan bahwa sekolahnya mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir bandang yang terjadi sejak 26 November 2025. Air banjir, kata dia, sempat mencapai ketinggian leher orang dewasa dan meninggalkan endapan lumpur hampir setinggi satu meter di sejumlah ruang kelas.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Proses pembersihan yang dilakukan sangat meringankan beban sekolah dan masyarakat,” ujar Asyari.
Ia berharap, dengan percepatan pembersihan tersebut, sekolah dapat segera kembali bersih dan siap digunakan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung normal pada tahun ajaran berikutnya.
Kehadiran TNI AD dalam pemulihan fasilitas pendidikan ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski di tengah situasi darurat.












