Sekitar pukul 13.16 WIB, petugas menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal nelayan jaring kursin KM Bunga Laut Abadi GT 11 yang tengah beroperasi di sekitar perairan Pulo Cangkir. Kapal yang dinakhodai Riswandi itu membawa 15 anak buah kapal (ABK).
Kabupaten Tangerang ; Riak ombak di perairan Pulo Cangkir, Kecamatan Kronjo, Sabtu (11/4/2026), menjadi saksi kesigapan aparat dalam menjaga denyut aktivitas laut tetap aman dan tertib. Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Tangerang kembali menunjukkan kehadirannya melalui patroli rutin yang menyasar jalur pelayaran dan aktivitas nelayan di kawasan tersebut.
Sejak pagi, tiga personel Satpolairud, AIPTU Sahrudin, AIPDA F. Silaen, S.H, dan BRIPDA Juswan Lamdani, bergerak menyisir perairan, dimulai dari wilayah sekitar PLTU III Banten. Deteksi dini dilakukan sebagai langkah awal mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan aktivitas pelayaran berjalan sesuai koridor hukum.
Patroli yang berlangsung hingga siang hari itu tak sekadar menjadi rutinitas, melainkan bagian dari strategi preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah perairan yang dikenal aktif dengan lalu lintas kapal nelayan.
Sekitar pukul 13.16 WIB, petugas menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal nelayan jaring kursin KM Bunga Laut Abadi GT 11 yang tengah beroperasi di sekitar perairan Pulo Cangkir. Kapal yang dinakhodai Riswandi itu membawa 15 anak buah kapal (ABK).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen hingga kepatuhan terhadap aturan pelayaran. Hasilnya, kapal dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan tidak ditemukan indikasi pelanggaran maupun tindak pidana.
Di sela pemeriksaan, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para nelayan. Keselamatan saat melaut dan pentingnya administrasi pelayaran menjadi penekanan utama, mengingat kondisi laut yang dinamis serta potensi risiko yang selalu mengintai.
Kasatpolairud Polresta Tangerang menegaskan, patroli ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menciptakan perairan yang aman dan tertib. Menurutnya, kesadaran nelayan terhadap aturan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.
“Melalui patroli ini, kami ingin memastikan seluruh kapal yang beroperasi memiliki dokumen lengkap serta mematuhi peraturan. Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dengan berakhirnya patroli, situasi perairan Pulo Cangkir terpantau dalam kondisi kondusif. Kehadiran aparat di tengah aktivitas nelayan bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga mitra yang memastikan laut tetap menjadi ruang penghidupan yang aman bagi masyarakat pesisir.












