Kabupaten Sumenep ; Keprihatinan atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra menggugah aksi nyata kalangan pemuda di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tiga organisasi kepemudaan dan kemanusiaan bersinergi menggelar penggalangan dana bertajuk “Sumatera Butuh Tangan Kita” di pusat Kota Sumenep, Minggu (21/12/2025), sebagai wujud solidaritas lintas daerah.
Aksi kemanusiaan tersebut diinisiasi oleh Women for Humanity, PKPT IPNU IPPNU Universitas PGRI Sumenep, serta PKPT IPPNU Universitas Bahaudin Mudhary Madura. Ketiga organisasi turun langsung ke ruang publik, menyapa warga dan pengguna jalan, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi membantu korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dengan semangat gotong royong yang kental, para relawan membaur bersama masyarakat, menggalang donasi sembari menyampaikan pesan kemanusiaan. Aksi ini tidak hanya menjadi sarana pengumpulan bantuan, tetapi juga simbol kuat persaudaraan kebangsaan, bahwa penderitaan yang dialami saudara sebangsa di wilayah lain adalah tanggung jawab bersama.
Founder Women for Humanity, Muammanah Fauzi, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari kepekaan nurani dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, solidaritas tidak selalu diukur dari kelimpahan sumber daya, melainkan dari keberanian untuk hadir dan berbuat.
“Kami berdiri di sini bukan karena kelebihan, tetapi karena hati kami tidak sanggup diam. Solidaritas sejati lahir dari kepedulian dan diwujudkan dengan keikhlasan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PKPT IPNU Universitas PGRI Sumenep, Moh. Ali Banun Kalim, menyampaikan bahwa nilai utama dari gerakan ini terletak pada semangat tanggung jawab kemanusiaan. Ia menekankan bahwa besar kecilnya bantuan bukanlah ukuran utama, melainkan kesadaran untuk saling menguatkan.
“Ini adalah wujud tanggung jawab kemanusiaan. Mereka saudara kita, sesama muslim dan sebangsa. Kepedulian diukur dari keberanian untuk bertindak, sekecil apa pun langkahnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PKPT IPPNU Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Sayyidah Shofiyah, menilai peran organisasi kepemudaan menjadi semakin penting dalam merespons isu-isu kemanusiaan secara cepat dan nyata. Ia menegaskan bahwa solidaritas nasional tidak boleh terhenti oleh jarak geografis.
“Sumatra adalah bagian integral Indonesia. Kekayaannya kita nikmati bersama, maka saat duka melanda, sudah sepatutnya kita hadir dan menanggungnya bersama,” tegasnya.
Melalui aksi “Sumatera Butuh Tangan Kita”, para relawan berharap dapat menumbuhkan dan memperkuat nilai persatuan, empati, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Meski terpisah oleh jarak, doa dan dukungan pemuda Sumenep terus mengalir untuk pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra, sebagai bagian dari komitmen bersama membangun Indonesia yang berkeadilan, berperikemanusiaan, dan berlandaskan solidaritas.












