Tidak hanya menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi warga dengan melibatkan hampir 90 persen tenaga kerja lokal.
Kabupaten Tangerang ; Kehadiran wahana komedi putar dan pasar malam di wilayah Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, disambut antusias oleh masyarakat setempat. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi warga dengan melibatkan hampir 90 persen tenaga kerja lokal.
Di tengah geliat aktivitas malam yang ramai, warga tampak mengambil berbagai peran, mulai dari berdagang makanan dan minuman hingga bekerja sebagai penjaga wahana dan tenaga pelayanan pengunjung. Keterlibatan aktif ini menjadi bukti bahwa sektor hiburan rakyat dapat menjadi sumber penghasilan alternatif yang signifikan bagi masyarakat.
Perwakilan pengelola wahana komedi putar, Buang, mengungkapkan bahwa pihaknya memang memprioritaskan warga sekitar dalam operasional usaha tersebut.
“Hampir 90 persen warga lokal dilibatkan usaha di wahana komedi putar dan pasar malam ini, ada yang berjualan, ada juga yang ikut bekerja membantu menjadi SPG di wahana permainan,” ujarnya kepada Volunteer News.co.id, Senin (13/04/2026).
Salah satu warga kronjo Masjid, Rohimah, mengaku merasakan langsung manfaat dari keberadaan pasar malam tersebut. Ia kini memiliki kesempatan untuk bekerja dan menambah penghasilan.
“Saya bersama teman lainnya merasa terbantu dengan adanya kegiatan wahana komedi putar dan pasar malam ini, karena saya bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan,” tuturnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi berbasis hiburan rakyat mampu menjadi solusi pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir seperti Kronjo. Selain membuka lapangan kerja, aktivitas ini juga mendorong tumbuhnya usaha mikro yang dijalankan warga secara mandiri.
Pemberdayaan warga lokal menjadi kunci penting dalam keberlanjutan usaha semacam ini. Dengan melibatkan masyarakat sekitar, manfaat ekonomi tidak hanya terpusat pada pengelola, tetapi juga dirasakan secara merata oleh warga. Hal ini sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kegiatan yang berlangsung di lingkungannya.
Para pengamat ekonomi kerakyatan menilai, model seperti ini patut didorong dan direplikasi di berbagai daerah. Kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat lokal dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang baik serta dukungan dari pemerintah daerah, wahana komedi putar dan pasar malam di Kronjo tidak hanya menjadi pusat hiburan, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi berbasis komunitas.












