Setiap hari, lebih dari 2.000 porsi MBG diproduksi dan didistribusikan dari dapur ini ke enam titik sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kabupaten Serang ; Ketika sebagian besar warga masih terlelap, aktivitas justru telah dimulai di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Poros Aksi Warga Nyata Binuang 2, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten. Jarum jam baru menunjuk pukul dua dini hari, namun denyut kerja para petugas sudah berirama cepat, menyiapkan ribuan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.

Setiap hari, lebih dari 2.000 porsi MBG diproduksi dan didistribusikan dari dapur ini ke enam titik sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Di balik skala layanan yang besar itu, terdapat dedikasi para petugas SPPG yang siaga nyaris 24 jam untuk memastikan setiap makanan aman, higienis, dan memenuhi standar gizi.
Mengomandoi seluruh proses adalah Ade, Kepala SPPG Yayasan Poros Aksi Warga Nyata Binuang 2. Ia memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur, mulai dari perencanaan produksi, pemilihan bahan pangan berkualitas, pengawasan kebersihan dapur, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Pelayanan ini bukan sekadar memasak dan mengantar makanan. Ini soal tanggung jawab terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak,” ujar Ade kepada Volunteer News.co.id, Senin (12/1/2026).
Di bawah manajemennya, seluruh petugas bekerja dengan sistem yang terukur dan disiplin. Setiap menu disusun dengan perhitungan kebutuhan gizi anak, melibatkan tenaga ahli gizi sejak tahap perencanaan hingga proses memasak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan asupan yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka.
SPPG Binuang 2 saat ini melayani satu sekolah TK, dua sekolah tingkat dasar (SD dan MI), dua SMP, dan satu SMA, dengan total lebih dari 2.000 porsi MBG setiap hari. Jumlah tersebut menjadi tantangan tersendiri, namun dijalani dengan konsistensi dan semangat pengabdian oleh seluruh tim.
“SPPG ini melayani satu sekolah tingkat kanak-kanak, dua sekolah dasar, satu SMP, dan satu SMA dengan jumlah lebih dari 2.000 porsi per hari,” ungkap Ade
Di balik hiruk pikuk dapur dan jadwal distribusi yang ketat, ada kerja sunyi yang jarang terlihat publik. Para petugas SPPG bekerja dalam senyap, memastikan tidak ada kompromi terhadap kualitas makanan yang akan dikonsumsi ribuan siswa. Dari dapur yang menyala sejak dini hari, harapan akan generasi yang lebih sehat dan kuat terus dipersiapkan, setiap hari, tanpa henti.












