Kabupaten Tangerang ; Proyek pemasangan paving block di Kampung Pondok Gede RT 06/02, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan masyarakat setelah diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Proyek senilai Rp100 juta yang dibiayai melalui APBD-P 2025 dan dilaksanakan pada paket pengadaan langsung Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang itu dipertanyakan kualitas pengerjaannya di lapangan.

Di antara temuan yang disorot adalah dugaan minimnya pemadatan pada tahapan subgrade (persiapan lahan), metode kerja yang diduga tidak mengikuti standar teknis, serta diduga minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja. Padahal, proyek pemerintah wajib menerapkan standar keselamatan kerja (K3) guna melindungi tenaga kerja sepanjang proses pengerjaan.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti dugaan tidak adanya Papan Informasi Proyek (PIP) yang terpasang di area pekerjaan. Padahal keberadaan papan informasi merupakan bagian dari prinsip transparansi publik, terutama terkait penggunaan anggaran pemerintah.
Warga sekitar berharap agar pelaksanaan proyek pemerintah di Kabupaten Tangerang mendapat pengawasan ketat, sehingga kualitas pembangunan dapat terjamin dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Amat disayangkan apabila pekerjaan proyek pemerintah dalam pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Hal itu akan berdampak pada kualitas hasil pembangunan,”ujar Abdullah, pemerhati pembangunan, kepada Volunteer news.co id (20/11/2025).
Dampak Negatif Minimnya Pemadatan pada Proyek Paving Block
Minimnya pemadatan pada subgrade dapat menimbulkan sejumlah dampak serius dalam jangka pendek maupun panjang, di antaranya:
1. Penurunan dan Amblasnya Permukaan Jalan
Lapis tanah yang tidak dipadatkan dengan benar akan mengakibatkan paving block cepat turun atau bergelombang. Hal ini membuat permukaan jalan tidak stabil dan mengurangi kenyamanan pengguna.
2. Kerusakan Dini pada Paving Block
Paving block yang terpasang di atas tanah dengan daya dukung rendah akan lebih cepat retak atau pecah, sehingga umur konstruksi menjadi jauh lebih pendek dari standar ideal.
3. Timbulnya Genangan Air
Kontur permukaan yang tidak rata akibat pemadatan buruk dapat memicu genangan air. Dalam jangka panjang, genangan mempercepat kerusakan konstruksi dan mengganggu aktivitas warga.
4. Pemborosan Anggaran
Kerusakan dini mengharuskan adanya perbaikan ulang (rework), sehingga mengakibatkan inefisiensi penggunaan anggaran dan potensi pemborosan dana publik.
5. Risiko Kecelakaan Pengguna Jalan
Permukaan yang bergelombang atau rusak berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor atau pejalan kaki.
Hingga berita ini diterbitkan, kontraktor pelaksana, pengawas teknis, maupun instansi terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan atas temuan di lapangan.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari sumber lapangan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.












