Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi AS, saat memberikan keterangan pers di Pusat Informasi dan Media Center Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025).
Banda Aceh ; PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi di Provinsi Aceh tetap aman dan terkendali di tengah dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Komitmen ini ditunjukkan melalui kesiapan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG), serta penguatan distribusi di lapangan meskipun menghadapi tantangan akses infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi AS, saat memberikan keterangan pers di Pusat Informasi dan Media Center Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025).
Fahrougi menjelaskan, Pertamina telah menyiapkan stok energi dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh. Saat ini tersedia sekitar 844 kiloliter gasoline, 633 kiloliter gasoil atau solar, serta 319 metrik ton LPG. Stok tersebut dinilai cukup untuk menjaga kelancaran pasokan energi, baik untuk kebutuhan rumah tangga, transportasi, maupun sektor vital lainnya.
Di tengah kondisi bencana yang menyebabkan terputusnya sejumlah akses jalan dan jembatan, Pertamina melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan distribusi tetap berjalan. Pengalihan jalur distribusi, penyesuaian pola suplai, hingga koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan terus dilakukan untuk menjangkau wilayah terdampak.
Menurut Fahrougi, kelancaran pasokan energi menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas penanganan bencana dan pemulihan masyarakat.
“Energi adalah kebutuhan dasar. Kami berupaya memastikan distribusi BBM dan LPG tetap aman agar aktivitas masyarakat, layanan kesehatan, dan operasional tanggap darurat dapat berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.
Pertamina Patra Niaga juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan secara real time, termasuk potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem. Dengan sinergi bersama pemangku kepentingan terkait, perusahaan berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi hingga situasi kembali normal.
Langkah ini menjadi bagian dari peran Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memastikan kehadiran negara melalui layanan energi yang andal di tengah situasi bencana.












