Nasional

Pemkab Agam Apresiasi Bantuan Rp. 40 Juta IKAB Palembang bagi Warga Terdampak Bencana

×

Pemkab Agam Apresiasi Bantuan Rp. 40 Juta IKAB Palembang bagi Warga Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
Pemkab Agam Apresiasi Bantuan Rp. 40 Juta IKAB Palembang bagi Warga Terdampak Bencana

Kabupaten Agam ; Solidaritas perantau terhadap daerah asal kembali menguat di tengah bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam. Ikatan Keluarga Agam–Bukittinggi (IKAB) Palembang menyalurkan bantuan dana sebesar Rp40 juta kepada masyarakat terdampak sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap kampung halaman.

Bantuan tersebut diserahkan di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Agam, Rabu (17/12/2025). Kehadiran rombongan IKAB Palembang tidak hanya membawa dukungan materi, tetapi juga pesan kebersamaan dan empati bagi warga yang tengah menjalani masa sulit pascabencana.

Rombongan IKAB Palembang diterima langsung Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Dana bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan partisipasi para perantau asal Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi yang bermukim di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai bentuk solidaritas lintas daerah.

Ketua Umum IKAB Palembang, Reflin Arda, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, sekaligus meringankan beban pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat. Menurutnya, keterikatan emosional dengan kampung halaman menjadi dorongan utama bagi para perantau untuk turut ambil bagian dalam upaya pemulihan.

Wakil Bupati Agam menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepedulian yang ditunjukkan IKAB Palembang. Ia menilai peran perantau memiliki arti strategis, tidak hanya sebagai pendukung finansial, tetapi juga sebagai mitra moral yang memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Agam dalam menghadapi bencana.

Perhatian dan dukungan dari para perantau memberikan kekuatan tersendiri bagi kami di daerah. Ini menjadi bukti bahwa rasa memiliki terhadap kampung halaman tetap terjaga, meskipun berada jauh dari tanah kelahiran,” ujar Muhammad Iqbal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam saat ini terus memaksimalkan penanganan darurat sembari menyiapkan langkah pemulihan pascabencana secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah percepatan relokasi warga terdampak ke hunian sementara (huntara) guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para perantau, proses pemulihan di Kabupaten Agam diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kehidupan warga serta menata wilayah terdampak agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.