Daerah

Negara Hadir untuk Korban Bencana, Pemkab Agam dan BNPB Bangun Huntara bagi 518 KK

×

Negara Hadir untuk Korban Bencana, Pemkab Agam dan BNPB Bangun Huntara bagi 518 KK

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Agam ; Pemerintah Kabupaten Agam mulai merealisasikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Pembangunan Huntara dipusatkan di lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, dan resmi dimulai pada Selasa (23/12/2025), sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana.

Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat terdampak segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak selama masa pemulihan. Proses pembangunan Huntara tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Agam Benni Warlis bersama Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, didampingi unsur TNI, OPD terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Agam Benni Warlis menjelaskan, khusus di Kecamatan Palembayan, pembangunan Huntara dilakukan di tiga titik untuk menampung sebanyak 205 Kepala Keluarga (KK). Ketiga lokasi tersebut berada di lapangan SDN 05 Kayu Pasak, lapangan bola Kayu Pasak Timur, dan lapangan bola Tantaman.

Alhamdulillah, hari ini pembangunannya sudah dimulai. Pekerja dari TNI AD terlihat sangat antusias mengerjakannya,” ujar Benni Warlis di sela peninjauan.

Ia menambahkan, pembangunan Huntara tidak hanya terfokus di Palembayan. Secara keseluruhan, Pemkab Agam membangun Huntara di tujuh lokasi yang tersebar di Kecamatan IV Koto, Malalak, Palupuah, dan Tanjung Raya, dengan total sasaran sebanyak 518 KK.

Untuk lokasi di lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Benni menargetkan pembangunan rampung pada 30 Desember 2025. Setelah selesai, warga yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian diharapkan dapat segera menempati hunian sementara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Agam juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan BNPB yang sejak awal terus mengawal penanganan bencana di Kabupaten Agam. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan unsur lainnya menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.

Ini membuktikan bahwa Pemkab Agam tidak sendiri. Ada pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta berbagai unsur lain yang bersama-sama membantu penanganan bencana,” katanya.

Benni juga menegaskan, Pemkab Agam telah memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Dengan perpanjangan tersebut, dukungan lintas sektor masih sangat dibutuhkan agar proses pemulihan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Sementara itu, Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja menegaskan komitmen BNPB untuk mendukung penuh pembangunan Huntara di Kabupaten Agam. Menurutnya, percepatan pembangunan hunian sementara menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga yang hingga kini masih mengungsi di fasilitas pendidikan.

Apa yang menjadi ketetapan Pemkab Agam kami dukung sepenuhnya. Terlebih saat ini sebagian warga masih mengungsi di SDN 05. Jika Huntara tidak segera dibangun, proses belajar mengajar tentu akan terganggu,” ujarnya.

Ary menjelaskan, pembangunan Huntara dilakukan secara simultan dengan tetap menjaga keberlangsungan dunia pendidikan. Pembangunan di lapangan SDN 05 Kayu Pasak ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025, dengan proses penyempurnaan hingga 2 Januari 2026.

Setelah itu akan dilakukan penyerahan kunci kepada calon penghuni agar hunian dapat segera ditempati. Ini adalah bukti kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana,” tegasnya.

BNPB juga berharap dukungan dari para donatur serta pemangku kepentingan lainnya terus mengalir guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat yang telah diperpanjang, sekaligus mendukung proses pemulihan menuju kondisi yang lebih aman dan berkelanjutan.