Kondisi warga korban banjir kampung slawe Desa Mekarsari Kecamatan Carenang kabupaten Serang di tenda pengungsian dalam keadaan gelap gulita.
Kabupaten Serang ; Kondisi memprihatinkan dialami para pengungsi korban banjir di Kampung Slawe, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Hingga Selasa (27/01/2026), ratusan warga yang mengungsi di sepanjang jalan raya tanggul Sungai Cidurian harus bertahan dalam situasi minim penerangan akibat pemadaman pasokan listrik.
Ketiadaan lampu penerangan membuat kawasan pengungsian diliputi kegelapan pada malam hari. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai bahaya, seperti kecelakaan, terjatuh, gangguan kesehatan, hingga potensi tindak kriminal.
Pantauan di lokasi menunjukkan, para pengungsi terpaksa menggunakan penerangan seadanya, seperti lilin, senter, dan lampu ponsel. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan penerangan secara optimal, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Saat malam hari sangat gelap. Kami khawatir anak-anak dan orang tua terjatuh atau terkena benda tajam” ujar salah seorang warga korban banjir kepada volunteer news.co.id di lokasi pengungsian (27/01/2026)
Selain berisiko terhadap keselamatan, minimnya penerangan juga berdampak pada kondisi psikologis para pengungsi. Rasa cemas dan tidak nyaman semakin meningkat, terutama saat hujan kembali turun dan debit air belum sepenuhnya surut.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan perhatian serius, khususnya dengan menyediakan bantuan penerangan darurat berupa generator set (genset) atau lampu portabel.
“Kami berharap kepada pemerintah agar dapat memberikan perhatian dan bantuan penerangan berupa genset, karena hal itu saat ini sangat dibutuhkan,” ungkap seorang warga korban banjir di lokasi pengungsian.
Menurut warga, keberadaan genset sangat penting untuk menunjang kebutuhan dasar di pengungsian, mulai dari penerangan, pengisian daya alat komunikasi, hingga mendukung pelayanan kesehatan darurat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Masyarakat berharap, seiring dengan upaya penanganan banjir dan pemulihan pascabencana, aspek keselamatan dan kenyamanan para pengungsi juga menjadi prioritas utama, agar mereka dapat bertahan dalam kondisi yang lebih aman dan manusiawi selama masa tanggap darurat berlangsung.












