Nasional

Menko PMK: Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Ruang Perpanjangan Tanggap Darurat Tetap Dibuka

×

Menko PMK: Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Ruang Perpanjangan Tanggap Darurat Tetap Dibuka

Sebarkan artikel ini
Menko PMK: Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Ruang Perpanjangan Tanggap Darurat Tetap Dibuka

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan pemulihan pascabencana tiga provinsi Sumatra di Pusat Informasi dan Media Center Penanggulangan Bencana Kementerian Komdigi di Banda Aceh, Kamis (25/12/2025).

Banda Aceh ; Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, seraya tetap membuka ruang perpanjangan status tanggap darurat di sejumlah daerah. Kebijakan ini ditempuh guna memastikan fleksibilitas penanganan di lapangan sekaligus menjamin keselamatan serta keberlanjutan hidup masyarakat terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan, hingga kini terdapat 11 kabupaten yang tengah mengajukan atau akan memperpanjang status tanggap darurat. Menurutnya, langkah tersebut krusial agar pemerintah daerah memiliki keleluasaan dalam memobilisasi sumber daya, mempercepat layanan publik, serta memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan merata.

Perintah Presiden sangat jelas dan tegas. Seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, bersama relawan dan organisasi kemasyarakatan harus bekerja keras secara sinergis. Bukan hanya untuk memenuhi logistik jangka pendek, tetapi juga memulihkan kehidupan ekonomi warga,” ujar Pratikno saat ditemui di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (25/12/2025).

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan bencana yang melibatkan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta sejumlah BUMN strategis seperti Bulog, Pertamina, dan PLN. Pemerintah mencatat, secara umum konektivitas wilayah terdampak menunjukkan perkembangan positif, terutama pada jalur-jalur utama distribusi logistik dan akses layanan dasar.

Namun demikian, tantangan masih ditemui di sejumlah desa yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Untuk itu, pemerintah memutuskan menambah personel serta armada transportasi darat, laut, dan udara guna memastikan seluruh kampung terdampak memperoleh bantuan secara adil. Distribusi tidak hanya mencakup beras, tetapi juga LPG, bahan bakar minyak, serta kebutuhan pokok lainnya.

Menariknya, strategi distribusi logistik kini dirancang lebih adaptif dengan pendekatan pemulihan ekonomi lokal. Pesawat yang mengangkut bantuan ke wilayah terdampak dimanfaatkan kembali untuk membawa produk-produk lokal menuju kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta. Produk tersebut kemudian diserap oleh Kementerian Pertanian, sehingga diharapkan mampu menjaga roda ekonomi warga tetap berputar di tengah proses pemulihan.

Di sektor pendidikan, pemerintah bergerak cepat menyambut dimulainya tahun ajaran baru pada 5 Januari mendatang. Fasilitas sekolah yang belum sepenuhnya pulih disiapkan melalui skema sekolah transisi atau sementara, agar proses belajar-mengajar tetap berlangsung dan hak pendidikan anak-anak tidak terabaikan.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, seluruh rumah sakit pemerintah di wilayah terdampak telah kembali beroperasi, meski sebagian masih dalam kondisi terbatas. Ratusan puskesmas juga telah aktif dan terus diperkuat melalui pembersihan, revitalisasi sarana, serta dukungan relawan tenaga kesehatan.

Bantuan relawan dari perguruan tinggi sangat luar biasa, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga mahasiswa kedokteran tahap akhir. Kontribusi mereka sangat membantu menjaga layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” kata Pratikno.

Menutup keterangannya, Menko PMK menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas di lapangan yang tetap bekerja tanpa henti, termasuk selama libur Natal dan Tahun Baru. Alat berat terus dikerahkan untuk membersihkan kota, jalan, gang, hingga kawasan permukiman warga. Pemerintah pun terus berkoordinasi dengan Panglima TNI, Kepala BNPB, dan Kapolri untuk menambah personel guna mempercepat proses pemulihan.

Mari kita doakan dan dukung bersama agar Sumatra, khususnya Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, tidak hanya pulih seperti semula, tetapi bangkit menjadi lebih baik,” pungkas Pratikno.