Nasional

Mendagri Dorong Percepatan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang: Fokus pada Pembersihan Lumpur dan Hunian Tetap

×

Mendagri Dorong Percepatan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang: Fokus pada Pembersihan Lumpur dan Hunian Tetap

Sebarkan artikel ini
Mendagri Dorong Percepatan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang: Fokus pada Pembersihan Lumpur dan Hunian Tetap

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (ketiga kanan) melihat tumpukan gelondongan kayu pascabencana banjir bandang di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). Pada kunjungannya ke daerah pedalaman Kabupeten Aceh Timur itu, Mendagri menyerahlkan bantuan untuk pengungsi dan memastikan penanganan bencana banjir bandang yang mengakibat ratusan unit rumah rusak dan hilang diterjang luapan Sungai Lokop pada 26 November 2025 terlaksana dengan baik.

Jakarta ; Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembersihan lumpur sisa banjir di berbagai infrastruktur publik di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini disampaikannya usai menggelar pertemuan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Selasa (23/12/2025).

Intinya adalah kita tadi membicarakan mengenai langkah-langkah penanganan, apa saja yang diperlukan, belanja masalah yang ada di Tamiang,” ujar Mendagri dalam keterangan resminya.

Menurut Tito, pembersihan lumpur merupakan tahap awal yang sangat krusial sebelum masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menegaskan, pemerintah pusat mendukung penuh upaya percepatan tersebut agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal.

Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada penyediaan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan berat. Mendagri menyebut, pembangunan huntap akan dilakukan secara kolaboratif dengan menggandeng sektor swasta. Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera menyiapkan lahan sebagai prasyarat pelaksanaan pembangunan.

Sepanjang lahannya sudah siap, kita juga akan cepat bergerak,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, pemerintah akan menyalurkan bantuan berupa uang tunai untuk biaya renovasi. Proses pemberian bantuan dilakukan berdasarkan pendataan yang tengah berlangsung di lapangan.

Setelah datanya masuk, mereka akan diberikan bantuan dalam bentuk uang, agar bisa kembali pulang, bersih-bersih, dan menyiapkan rumahnya kembali,” tambah Tito.

Dalam kunjungannya ke wilayah terdampak, termasuk posko pengungsian di Aceh Timur, Mendagri juga menyalurkan bantuan kemanusiaan, baik dari pemerintah maupun mitra swasta. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar seperti pakaian, selimut, makanan, serta perlengkapan untuk perempuan dan anak-anak.

Saya tahu di pengungsian banyak yang kekurangan pakaian, selimut, kain sarung, makanan, hingga kebutuhan khusus wanita dan anak-anak,” ujar Mendagri.

Lebih lanjut, Tito mengimbau seluruh elemen pemerintah daerah, termasuk yang tidak terdampak langsung bencana, untuk turut serta membantu melalui semangat gotong royong. Ia memastikan, bantuan untuk korban banjir akan terus disalurkan secara berkelanjutan.

Kami kira ini usaha yang mudah-mudahan bisa meringankan. Dan ini bukan bantuan satu kali, akan kita lanjutkan lagi,” pungkasnya.