Nasional

Layanan Konektivitas dan Kesehatan RSUD Aceh Tamiang Berangsur Pulih Pascabanjir Sumatra

×

Layanan Konektivitas dan Kesehatan RSUD Aceh Tamiang Berangsur Pulih Pascabanjir Sumatra

Sebarkan artikel ini

Wamenkomdigi Nezar Patria mengunjungi Posko Bencana RSUD Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (24/12/2025). Dalam kunjungan tersebut Wamenkomdigi juga melakukan dialog secara daring dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin

Aceh Tamiang ; Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Tamiang kembali beroperasi secara bertahap setelah sempat terhenti akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Pemulihan ini menandai upaya serius pemerintah dalam memastikan akses layanan kesehatan dan konektivitas tetap tersedia bagi masyarakat terdampak bencana.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa fasilitas layanan publik yang bersifat vital, khususnya rumah sakit dan puskesmas, menjadi prioritas utama penanganan pascabencana. Menurutnya, keberlanjutan layanan medis tidak dapat dipisahkan dari kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan telekomunikasi.

Sejak banjir terjadi, pemerintah bergerak cepat melakukan pembersihan area fasilitas kesehatan, perbaikan peralatan medis, serta pemulihan infrastruktur dasar agar layanan dapat segera kembali berjalan. Upaya tersebut dilakukan secara terkoordinasi lintas kementerian dan melibatkan operator seluler serta relawan di lapangan.

Alhamdulillah, perbaikannya sudah mulai progresif. Saat ini uptime jaringan telekomunikasi di Aceh Tamiang mencapai kurang lebih 70 persen dan terus kita upayakan agar stabil ke depannya,” ujar Nezar Patria saat meninjau langsung RSUD Aceh Tamiang, Rabu (24/12/2025).

Nezar menjelaskan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama operator seluler terus melakukan perbaikan base transceiver station (BTS) yang terdampak banjir. Selain pemulihan jaringan konvensional, pemerintah juga menyiapkan solusi konektivitas darurat berbasis satelit untuk memastikan komunikasi di titik-titik layanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan.

Sesuai dengan tugas dan fungsi Kemkomdigi, kami memperkuat jaringan telekomunikasi. Beberapa instalasi darurat sudah dipasang, termasuk Starlink. Kami juga berkoordinasi dengan operator seluler untuk memulihkan BTS di sekitar rumah sakit,” jelasnya.

Pemulihan tersebut dibahas lebih lanjut dalam dialog koordinasi yang melibatkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wamen Nezar Patria, Relawan Aceh Tangguh, jajaran manajemen RSUD Aceh Tamiang, serta relawan tenaga kesehatan. Dalam pertemuan itu, pemerintah menekankan pentingnya penguatan infrastruktur telekomunikasi dan interoperabilitas antarinstansi untuk mempercepat proses pemulihan layanan publik.

Kami siap mendukung koneksi interoperabilitas antarinstansi agar seluruh pekerjaan pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi,” tegas Nezar.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah memfokuskan pemulihan seluruh rumah sakit dan puskesmas yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari total 31 rumah sakit yang terdampak, pemerintah menargetkan seluruhnya kembali beroperasi dalam waktu sesingkat mungkin.

Seluruh rumah sakit terdampak ada 31 dan kami targetkan secepat mungkin beroperasi. Saya mengapresiasi karena dalam waktu dua minggu, 31 rumah sakit tersebut sudah dapat kembali melayani masyarakat,” ujar Menkes Budi.

Menurutnya, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada layanan gawat darurat agar kebutuhan medis masyarakat tetap terpenuhi. Di RSUD Aceh Tamiang, pemerintah terlebih dahulu membangun instalasi sementara yang kini telah berfungsi dan mendukung operasional layanan kesehatan.

Instalasi sementara sudah selesai dan hari ini sudah berjalan. Tahap selanjutnya adalah mengoordinasikan perbaikan fasilitas medis agar layanan bisa kembali optimal,” tandasnya.

Dengan berangsur pulihnya jaringan telekomunikasi dan layanan kesehatan, pemerintah berharap masyarakat Aceh Tamiang tetap memperoleh akses pelayanan medis yang memadai di tengah proses pemulihan pascabanjir, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.

Sumber : Siaran Pers