Daerah

KM Bintang Laut Tenggelam di Perairan Arafura, 13 ABK Ditemukan Selamat

×

KM Bintang Laut Tenggelam di Perairan Arafura, 13 ABK Ditemukan Selamat

Sebarkan artikel ini
KM Bintang Laut Tenggelam di Perairan Arafura, 13 ABK Ditemukan Selamat

Dari total 19 anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal, sebanyak 13 orang berhasil ditemukan di laut dan diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. 

Merauke ; Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Arafura, tepatnya di wilayah Torasi, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kapal pencari cumi asal Jakarta, KM Bintang Laut, dilaporkan tenggelam pada Selasa (20/1/2026) di tengah kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Dari total 19 anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal, sebanyak 13 orang berhasil ditemukan di laut dan diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Titik penemuan berada sekitar 115 kilometer dari Dermaga Merauke ke arah tenggara, mendekati wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (PNG), atau sekitar 71 kilometer dari pesisir Kampung Kondo jika ditarik garis lurus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Merauke, Rudi, menyampaikan bahwa para korban yang selamat saat ini tengah dievakuasi menggunakan KM Purbalingga menuju Kumbe dan diperkirakan tiba pada Kamis (22/1/2026).

Ketigabelas korban yang ditemukan di laut saat ini dalam perjalanan menuju Kumbe untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Rudi, Rabu (21/1/2026).

Namun, dari 13 korban yang ditemukan tersebut, satu orang ABK dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, enam ABK lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR.

Peristiwa tenggelamnya KM Bintang Laut pertama kali dilaporkan oleh Misdi, selaku pengurus agen kapal, kepada Kantor SAR Merauke pada Rabu (21/1/2026) pukul 13.44 WIT. Dalam laporannya, Misdi menyebutkan total jumlah ABK di kapal tersebut sebanyak 19 orang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Merauke langsung mengerahkan 16 personel gabungan yang terdiri atas awak Rescue Boat dan tim rescuer menuju lokasi kejadian menggunakan Rescue Boat 223 Merauke. Tim juga membawa perahu karet untuk mendukung operasi pencarian, terutama di wilayah pesisir.

Upaya pencarian terus kami lakukan secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel,” kata Rudi.

Ia juga mengimbau seluruh nelayan dan pelaut yang beraktivitas di perairan Arafura dan sekitarnya agar selalu memantau perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Mengingat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, kami mengimbau para pelaut untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum dan saat melaut,” tegasnya.

Berdasarkan data BMKG Merauke, ketinggian gelombang di perairan Arafura bagian timur saat kejadian berkisar antara 1,5 meter hingga 2,75 meter. Di lokasi juga dilaporkan terjadi hujan dengan kecepatan angin mencapai 10 hingga 45 kilometer per jam, yang diduga turut mempersulit kondisi pelayaran.

Hingga kini, tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap enam ABK yang belum ditemukan, sembari berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.