Kabupaten Agam ; Asap tipis dari tungku dapur umum masih mengepul di Jorong Salareh Aia Utara dan Salareh Aia Timur, Minggu siang, 21 Desember 2025. Di dua lokasi inilah denyut pemulihan pascabencana perlahan dijaga, bukan hanya dengan tenaga relawan, tetapi juga dengan kepastian pangan yang lebih layak bagi para pengungsi.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam, Merry Benni Warlis, datang langsung meninjau dapur-dapur darurat tersebut. Ia membawa bantuan logistik yang difokuskan pada bahan makanan segar, terutama sayur-sayuran, untuk memperbaiki kualitas menu harian warga terdampak bencana. Kunjungan lapangan itu turut didampingi Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Agam, Asrina Yanti.
Sejak bencana melanda, dapur umum menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan konsumsi ratusan warga. Namun, keterbatasan pasokan kerap membuat menu makanan monoton.
“Beberapa hari terakhir masyarakat lebih banyak mengonsumsi mi instan, karena itu kami menyalurkan sayur-sayuran dan kebutuhan lainnya agar menu di dapur umum bisa lebih bervariasi dan gizinya tetap seimbang.” kata Merry
Selain bahan pangan, TP-PKK Agam juga membagikan vitamin kepada pengungsi dan relawan. Menurut Merry, asupan gizi yang memadai merupakan bagian krusial dalam masa tanggap darurat, terutama bagi anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya. Tubuh yang terjaga kesehatannya, ia menambahkan, akan mempercepat proses pemulihan setelah bencana.
Di sela peninjauan dapur umum, Merry juga menyempatkan berdialog dengan para relawan. Salah satunya berasal dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang yang menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Melalui permainan, seni, dan aktivitas kreatif, relawan berupaya membantu anak-anak melepaskan ketegangan psikologis akibat musibah.
“Kegiatan trauma healing ini sangat membantu anak-anak mengurangi stres dan memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar Merry, seraya mengamati anak-anak yang tertawa di sudut posko.
Menjelang akhir kunjungan, Merry menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, donatur, dan pihak terkait yang terus bergotong royong membantu warga di Nagari Salareh Aia Utara dan Salareh Aia Timur. Di tengah keterbatasan, solidaritas itulah yang menjadi penyangga harapan.
“Terima kasih atas kepedulian semua pihak, Semoga bantuan dan pengabdian yang diberikan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua.” katanya












