Petugas Balai Monitor SFR Kelas II Manado Kementerian Komdigi memantau kualitas layanan seluler di Kota Manado, Sulawesi Selatan, Kamis (02/04/2026).
Jakarta ; Ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Bitung pada Kamis pagi, 2 April 2026, kekhawatiran tak hanya tertuju pada keselamatan warga, tetapi juga pada terputusnya urat nadi komunikasi. Namun, dalam hitungan jam, negara menunjukkan respons cepatnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap terjaga dan pulih signifikan di hari yang sama. Hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 98,2 persen jaringan yang sempat terganggu telah kembali beroperasi.
Gempa yang berpusat sekitar 129 kilometer dari Bitung sempat melumpuhkan 223 site atau hampir 10 persen dari total infrastruktur jaringan di wilayah terdampak. Namun, upaya pemulihan berlangsung cepat dan terkoordinasi. Dalam tempo kurang dari 12 jam, sebanyak 219 site berhasil diaktifkan kembali.
Sejak awal kejadian, pemerintah langsung mengaktifkan Crisis Management Team di Posko Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT). Tim ini bekerja lintas sektor, menggandeng operator seluler dan unsur teknis untuk memastikan jaringan tetap menyala di tengah kondisi darurat.
Gangguan utama, menurut laporan lapangan, bukan pada kerusakan perangkat, melainkan terputusnya pasokan listrik. Untuk mengatasinya, operator mengerahkan genset sebagai sumber daya cadangan sembari menunggu pemulihan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dari sisi operator, percepatan pemulihan terlihat nyata. Telkomsel hanya menyisakan dua site terdampak, sementara XL Axiata (XLSmart) dan Indosat Ooredoo Hutchison masing-masing tinggal menangani satu site.
Tak hanya konektivitas, sistem peringatan dini juga bekerja efektif. Notifikasi gempa dan potensi tsunami berhasil disebarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ke wilayah terdampak seperti Bitung, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, hingga Ternate.
Di sektor pengawasan frekuensi, dua stasiun monitoring transportabel di Bitung dan Minahasa dilaporkan tetap berfungsi optimal. Meski demikian, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Manado mengalami penurunan kualitas layanan dan masih dalam tahap pemantauan intensif.
Kemkomdigi menegaskan, seluruh sumber daya terus disiagakan guna menjaga stabilitas jaringan selama masa tanggap darurat. Dalam situasi krisis, konektivitas bukan sekadar layanan, melainkan penopang utama koordinasi, informasi, dan keselamatan masyarakat.
Sumber : Siaran Pers












