Daerah

Gotong Royong Warga Banyu Asih Kec.Mauk Benahi Saluran Air, Antisipasi Banjir Susulan

×

Gotong Royong Warga Banyu Asih Kec.Mauk Benahi Saluran Air, Antisipasi Banjir Susulan

Sebarkan artikel ini
Gotong Royong Warga Banyu Asih Kec.Mauk Benahi Saluran Air, Antisipasi Banjir Susulan

Sedikitnya 150 rumah warga di RT 11, 12, dan 13 terendam banjir, memaksa warga dan pemerintah desa bergerak cepat melakukan langkah pemulihan sekaligus antisipasi banjir susulan. 

Kabupaten Tangerang ; Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, perlahan bangkit dari dampak banjir yang melanda wilayah tersebut akibat curah hujan tinggi selama dua hari berturut-turut. Sedikitnya 150 rumah warga di RT 11, 12, dan 13 terendam banjir, memaksa warga dan pemerintah desa bergerak cepat melakukan langkah pemulihan sekaligus antisipasi banjir susulan.

Sejak air mulai surut, warga bergotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat lumpur dan sampah. Upaya ini dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mencegah genangan kembali terjadi jika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kepala Desa Banyu Asih, A. Hariri, turun langsung ke lapangan memimpin kegiatan pembersihan bersama Kasi Perencanaan Desa, M. Muhemin, serta perangkat desa lainnya. Kehadiran aparat desa di tengah warga menjadi suntikan semangat dalam menghadapi situasi pascabencana.

Fokus kami saat ini adalah memastikan saluran air berfungsi kembali dan lingkungan warga aman. Namun kami juga berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membantu warga yang terdampak banjir ini,” ujar Hariri di sela kegiatan.

Hingga saat ini, belum ada bantuan logistik maupun penanganan lanjutan dari Pemkab Tangerang. Bantuan yang sudah diterima baru berasal dari tim pemadam kebakaran (Damkar) yang sebelumnya turun membantu proses penyedotan air di sejumlah titik.

Kondisi tersebut membuat warga mengandalkan kekuatan gotong royong sebagai solusi sementara. Selain membersihkan lingkungan, warga juga melakukan pemantauan mandiri terhadap titik-titik rawan genangan, terutama di sekitar permukiman padat penduduk.

Meski dihadapkan pada keterbatasan bantuan, semangat kebersamaan warga Banyu Asih tetap terjaga. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa diharapkan mampu meminimalisasi risiko banjir susulan, sembari menunggu respons lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Banjir di Desa Banyu Asih kembali menjadi pengingat pentingnya perbaikan sistem drainase dan penanganan banjir secara berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang yang rawan terdampak cuaca ekstrem.