Daerah

Duka dari Tanah Suci: Pekerja Migran Asal Serang Meninggal di Jeddah, Sorotan pada Skema Keberangkatan

×

Duka dari Tanah Suci: Pekerja Migran Asal Serang Meninggal di Jeddah, Sorotan pada Skema Keberangkatan

Sebarkan artikel ini
Duka dari Tanah Suci: Pekerja Migran Asal Serang Meninggal di Jeddah, Sorotan pada Skema Keberangkatan

Keluarga Terima Kabar Wafat Setelah kurang lebih Dua Tahun Bekerja di Arab Saudi, Visa Jiarah Disebut Digunakan Saat Keberangkatan. 

Kabupaten Serang ; Kabar duka kembali menyelimuti keluarga pekerja migran Indonesia. Sapiyu (50), warga Kampung Warakas RT 03/02, Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dikabarkan meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi, setelah kurang lebih dua tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, almarhumah sebelumnya menjalani perawatan akibat sakit di Rumah Sakit Sulaiman Al Habib Jeddah. Pihak keluarga menerima kabar wafatnya Sapiyu pada 27 Februari 2026. Suasana duka dan tangis haru menyelimuti keluarga besar di kampung halaman.

Benar bahwa Sapiyu telah meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi, dan kabar itu baru diterima pihak keluarga atau ahli waris pada tanggal 27 Februari 2026,” ungkap Sabihis, Ketua FPPMI DPW Banten, saat dikonfirmasi.(28/02/2026)

Dugaan Keberangkatan Menggunakan Visa Jiarah

Dari penelusuran awal yang dihimpun Volunteer News.co.id, Sapiyu disebut berangkat dan mulai bekerja di Arab Saudi sekitar tahun 2024. Namun, keberangkatannya diduga menggunakan visa jiarah, bukan visa kerja resmi sebagaimana diatur dalam mekanisme penempatan pekerja migran.

Jika benar demikian, hal ini berpotensi menimbulkan persoalan serius, terutama terkait perlindungan hukum, jaminan kesehatan, serta tanggung jawab pihak-pihak yang memberangkatkan. Skema keberangkatan nonprosedural kerap membuat pekerja migran berada dalam posisi rentan ketika menghadapi masalah di negara tujuan.

Hingga berita ini ditayangkan, sejumlah pihak dan instansi terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi, termasuk terkait proses penanganan jenazah, pemulangan ke tanah air, serta kejelasan status administrasi almarhumah selama bekerja di luar negeri.

Sorotan Perlindungan Pekerja Migran

Kasus ini kembali mengingatkan publik pada pentingnya pengawasan ketat terhadap proses rekrutmen dan penempatan pekerja migran Indonesia. Di tengah tingginya kebutuhan ekonomi masyarakat desa, tawaran bekerja di luar negeri kerap menjadi harapan, namun tanpa prosedur yang sah, risiko yang dihadapi pun tak kecil.

Di sudut Kampung Warakas, duka itu terasa nyata. Sebuah rumah sederhana menjadi saksi bisu penantian panjang yang berujung kabar kehilangan. Di balik setiap cerita pekerja migran, tersimpan harapan keluarga, dan tanggung jawab negara untuk memastikan keselamatan warganya, di manapun mereka berada.