Daerah

Dugaan Pelanggaran Teknis Warnai Proyek Rp.99 Juta di SDN Cijeruk 1 Kec.Mekarbaru

×

Dugaan Pelanggaran Teknis Warnai Proyek Rp.99 Juta di SDN Cijeruk 1 Kec.Mekarbaru

Sebarkan artikel ini
Dugaan Pelanggaran Teknis Warnai Proyek Rp.99 Juta di SDN Cijeruk 1 Kec.Mekarbaru

Kabupaten Tangerang ; Pelaksanaan proyek penataan halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cijeruk 1, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik. CV. Cipta Sinergi Nusantara selaku kontraktor pelaksana diduga mengerjakan proyek pemasangan paving block tersebut tanpa memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan, terutama pada tahap subgrade atau persiapan lahan.

Dugaan Pelanggaran Teknis Warnai Proyek Rp.99 Juta di SDN Cijeruk 1 Kec.Mekarbaru

Proyek senilai Rp.99 juta yang merupakan bagian dari Paket Pengadaan Langsung (PL) Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, bersumber dari APBD 2025. Namun, proses pengerjaan di lapangan disebutkan memperlihatkan dugaan sejumlah kekurangan mendasar, mulai dari minimnya pembersihan rumput, kurangnya pemadatan tanah, hingga ketidaksediaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Abdullah, pemerhati pembangunan Kabupaten Tangerang, menilai bahwa indikasi dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas hasil pekerjaan.

Amat disayangkan apabila pekerjaan proyek pemerintah dalam pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Hal itu akan berdampak pada kualitas hasil pembangunan,” tegas Abdullah kepada Volunteernews.co.id (20/11/2025).

Dampak Buruk Akibat Minimnya Pemadatan pada Proyek Paving Block

Minimnya pemadatan pada pengerjaan paving block dapat menimbulkan berbagai persoalan serius, antara lain:

1. Penurunan Tanah (Settlement)

Tanah yang tidak dipadatkan berpotensi mengalami penurunan sehingga permukaan paving menjadi bergelombang, tidak rata, dan membahayakan pengguna.

2. Keretakan dan Pergeseran Paving

Kurangnya stabilitas dasar tanah menyebabkan paving mudah bergeser, retak, bahkan terangkat saat terkena beban kendaraan atau aktivitas harian.

3. Umur Konstruksi Sangat Pendek

Struktur yang tidak kokoh membuat hasil pekerjaan cepat rusak dan membutuhkan perbaikan ulang dalam waktu singkat, sehingga tidak efisien dari sisi anggaran.

4. Risiko Genangan Air

Permukaan yang tidak rata membuat sistem drainase tidak berfungsi optimal sehingga air mudah menggenang dan mempercepat kerusakan paving.

5. Pemborosan Anggaran

Konstruksi yang cepat rusak menuntut biaya perbaikan ulang, sehingga penggunaan anggaran daerah tidak efektif dan merugikan masyarakat.

Belum Ada Konfirmasi Pihak Terkait

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Cipta Sinergi Nusantara, pengawas teknis proyek, serta instansi terkait dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan maupun klarifikasi terkait dugaan tersebut.

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari sumber lapangan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.