Fokus utama program tidak hanya pada hasil panen, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat. Pengelolaan pertanian diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), memastikan ketersediaan sayuran segar dan bergizi bagi masyarakat, serta memberdayakan kelompok tani dan kaum perempuan agar terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi desa.
Kabupaten Serang ; Dari lahan yang sempat terendam banjir, harapan itu kembali tumbuh. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putra Binuang, Desa Binuang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, membuktikan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari ketekunan dan semangat warga desa yang tak mudah menyerah.

Di atas lahan sewa seluas kurang lebih 3.200 meter persegi, BUMDes Putra Binuang mengembangkan sektor pertanian hortikultura dengan komoditas mentimun. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan Dana Desa secara produktif.
Fokus utama program tidak hanya pada hasil panen, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat. Pengelolaan pertanian diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), memastikan ketersediaan sayuran segar dan bergizi bagi masyarakat, serta memberdayakan kelompok tani dan kaum perempuan agar terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi desa.
Namun, jalan menuju keberhasilan tidak selalu mulus. Pada masa tanam pertama, seluruh tanaman mentimun gagal panen setelah lahan terendam banjir. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran, bahkan hampir mematahkan semangat para pengelola.
“Pada tanam pertama habis terendam banjir, namun kami tetap semangat dan melakukan tanam kedua. Alhamdulillah, pada tanam kedua ini hasil panen perdana mencapai 1,8 kuintal. Mudah-mudahan panennya akan terus bertambah,” ujar pengelola BUMDes Putra Binuang kepada Volunteer News.co.id. (12/04/2026).
Kegagalan itu justru menjadi pelajaran berharga. Pengelolaan lahan dilakukan lebih intensif, mulai dari pemeriksaan pH tanah hingga perawatan tanaman yang lebih terukur. Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil, menandai awal kebangkitan program hortikultura desa.
Apresiasi datang dari masyarakat setempat. Ahmad, warga Desa Binuang, menilai langkah BUMDes sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan pangan warga.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi peran BUMDes Putra Binuang dalam mewujudkan program ketahanan pangan di sektor hortikultura, khususnya mentimun. Kami berharap kebutuhan sayuran segar dan bergizi dapat tersedia dengan harga yang relatif terjangkau,” ungkapnya.
Diketahui, BUMDes Putra Binuang dipimpin oleh H. Ma’ruf Arifin sebagai ketua, didampingi Endung Suhandi selaku sekretaris dan Ahmad Ghozali sebagai bendahara. Di bawah kepengurusan ini, BUMDes terus berupaya menghadirkan inovasi berbasis potensi desa.
Kisah dari Desa Binuang menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari skala besar. Ia tumbuh dari langkah kecil yang konsisten, dari keberanian untuk bangkit setelah gagal, dan dari keyakinan bahwa desa mampu berdiri di atas kemandiriannya sendiri.
Di tengah tantangan alam, BUMDes Putra Binuang menjawabnya dengan panen, sebuah bukti bahwa harapan akan selalu menemukan jalannya.












