Internasional

Dipercaya Dunia, Indonesia Duduki Kursi Wakil Panglima Operasi Pasukan Stabilisasi Gaza

×

Dipercaya Dunia, Indonesia Duduki Kursi Wakil Panglima Operasi Pasukan Stabilisasi Gaza

Sebarkan artikel ini

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menghadiri rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai situasi Timur Tengah, termasuk Palestina, di New York, Amerika Serikat, (18/2/2026).

Amerika Serikat ; Pemerintah Indonesia resmi menduduki posisi Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza, Palestina. Penunjukan tersebut menjadi bentuk penghormatan komunitas global atas reputasi Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian dunia serta kontribusi signifikan personel yang akan dikirimkan.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan hal itu saat berada di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Menurutnya, struktur komando ISF terdiri dari satu Panglima yang membawahi tiga Wakil Panglima, dengan Indonesia dipercaya mengemban posisi Wakil Panglima Operasi.

Menlu menegaskan, penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap rekam jejak prajurit Indonesia yang selama ini dinilai profesional dan adaptif dalam berbagai operasi penjaga perdamaian internasional.

Posisi wakil panglima ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia serta reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).

Dalam struktur komando ISF, Amerika Serikat ditetapkan sebagai Panglima karena menjadi kontributor personel terbesar. Sementara Indonesia memperoleh posisi strategis tersebut berkat komitmen pengiriman sekitar 8.000 personel, dengan peluang penambahan jumlah sesuai kebutuhan operasi.

Secara keseluruhan, kekuatan ISF yang akan ditempatkan di Jalur Gaza diperkirakan mencapai 20.000 personel. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 di antaranya merupakan unsur kepolisian yang difokuskan pada stabilisasi keamanan sipil dan dukungan pemulihan wilayah.

Sugiono menilai penugasan ini mencerminkan tingginya harapan komunitas internasional terhadap peran militer Indonesia dalam mendorong perdamaian berkelanjutan di Palestina. Ia juga memastikan bahwa pasukan Indonesia akan mengedepankan misi kemanusiaan serta tidak terlibat dalam operasi tempur menghadapi pihak-pihak yang berkonflik.

Kedudukan ini diharapkan dapat memfasilitasi tujuan Indonesia dalam berkontribusi pada stabilitas dan pemulihan kemanusiaan di Gaza,” katanya.

Sebelumnya, Panglima ISF Jasper Jeffers mengumumkan dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Kamis (19/2/2026), bahwa Indonesia telah menerima tawaran untuk menempati posisi Wakil Panglima ISF.

Kepercayaan tersebut sekaligus memperkuat posisi diplomasi pertahanan Indonesia di tingkat global, serta menegaskan komitmen konstitusional Indonesia dalam mendukung kemerdekaan dan perdamaian dunia.

Penulis: TimEditor: Agus Karnawi