Kesehatan

Depresi Bukan Sekadar Sedih: Kenali Gejala, Pahami Risiko, dan Pentingnya Penanganan Dini

×

Depresi Bukan Sekadar Sedih: Kenali Gejala, Pahami Risiko, dan Pentingnya Penanganan Dini

Sebarkan artikel ini
Depresi Bukan Sekadar Sedih: Kenali Gejala, Pahami Risiko, dan Pentingnya Penanganan Dini

Foto : Ilustrasi Depresi Sumber: Direktorat P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes

Jakarta ; Setiap orang pernah merasakan sedih. Namun, ketika kesedihan itu menetap, mengganggu tidur, nafsu makan, energi, hingga kemampuan berpikir jernih, kondisi tersebut patut diwaspadai. Inilah depresi, gangguan kesehatan mental serius yang dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia, latar belakang, maupun status sosial.

Depresi berbeda dari kesedihan biasa. Pada depresi, gejala berlangsung lebih dari dua minggu dan memengaruhi fungsi kehidupan sehari-hari. Gejalanya dapat muncul secara internal maupun eksternal. Secara internal, penderita kerap merasakan kesedihan mendalam yang menetap, kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai, kelelahan berkepanjangan, gangguan tidur dan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, hingga muncul perasaan tidak berguna atau bersalah berlebihan. Dalam kondisi tertentu, pikiran untuk menyakiti diri sendiri juga dapat timbul.

Sementara itu, gejala eksternal sering kali tampak dalam perilaku sehari-hari. Di antaranya mudah marah, agresif, melakukan tindakan berisiko, sering mengeluhkan keluhan fisik tanpa penyebab medis yang jelas, hingga perilaku regresif seperti ngompol saat tidur pada anak atau remaja. Apabila seseorang mengalami sedikitnya lima dari gejala tersebut selama dua minggu atau lebih, besar kemungkinan ia tengah mengalami depresi dan memerlukan perhatian serius.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tantangan besar dalam penanganan depresi di Indonesia. Dari sekitar 3 juta penderita depresi berusia di atas 15 tahun, hanya 0,4 persen yang tercatat mendapatkan layanan kesehatan mental. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menilai angka ini mencerminkan masih lebarnya kesenjangan akses layanan dan kuatnya stigma di masyarakat.

Penanganan dini sangat penting agar penderita mendapatkan pertolongan tepat waktu dan stigma perlahan bisa dikurangi,” ujarnya dalam webinar Kesehatan Jiwa di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan

Bagi individu yang merasakan gejala depresi, Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya tidak memendam perasaan sendiri. Berbicara dengan orang terpercaya dan mencari bantuan profesional menjadi langkah awal yang krusial. Menjaga rutinitas harian, memperbaiki pola tidur dan makan, berolahraga ringan, serta tetap melakukan aktivitas yang disukai dianjurkan meski suasana hati sedang menurun.

Kegiatan religius atau ibadah juga dapat membantu menenangkan pikiran dan memberikan rasa harapan. Sebaliknya, konsumsi alkohol, narkoba, serta penggunaan media sosial secara berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisi mental.

Dukungan lingkungan terdekat memiliki peran yang tidak kalah penting. Mendengarkan tanpa menghakimi, tidak meremehkan perasaan penderita, serta tidak membandingkan dengan pengalaman pribadi orang lain dapat memberikan rasa aman. Dorongan untuk mencari bantuan profesional adalah bentuk kepedulian yang nyata.

Masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dukungan kesehatan jiwa, seperti hotline Kemenkes 119 ekstensi 8, aplikasi Sehat Jiwa, maupun layanan telemedisin kesehatan mental. Penanganan dini tidak hanya membantu individu mengelola depresinya, tetapi juga membuka ruang empati yang lebih luas di masyarakat.

Depresi bukan tanda kelemahan, melainkan kondisi medis yang nyata dan dapat ditangani. Dengan mengenali gejala, memberikan dukungan, serta mengakses pertolongan profesional, setiap orang berhak mendapatkan harapan, pemulihan, dan kualitas hidup yang lebih baik.