Daerah

CV. Nusantara Bangun Pagi Diisukan Tidak Penuhi Spek Teknis, Proyek Tebing Saluran Air Jadi Sorotan

×

CV. Nusantara Bangun Pagi Diisukan Tidak Penuhi Spek Teknis, Proyek Tebing Saluran Air Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
CV. Nusantara Bangun Pagi Diisukan Tidak Penuhi Spek Teknis, Proyek Tebing Saluran Air Jadi Sorotan

Kabupaten Tangerang ; Pelaksanaan Proyek Perkuatan Tebing Saluran Air di Desa Pagedangan Ilir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Nusantara Bangun Pagi melalui mekanisme Pengadaan Langsung (PL) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang dengan nilai anggaran Rp148 juta yang bersumber dari APBD 2025, diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis.

CV. Nusantara Bangun Pagi Diisukan Tidak Penuhi Spek Teknis, Proyek Tebing Saluran Air Jadi Sorotan

Sejumlah warga setempat menilai bahwa proses pengerjaan memperlihatkan indikasi adanya dugaan pengurangan volume atau kualitas material (diduga curi kubikasi), sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan konstruksi di kemudian hari. Kondisi tersebut pun memunculkan keluhan masyarakat yang selama ini berharap proyek tersebut memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan sekitar.

Kami berharap adanya pengawasan yang ketat pada kegiatan pekerjaan proyek perkuatan tebing saluran air di Desa Pagedangan Ilir sehingga kualitas pembangunan dan tujuan pemerintah daerah Tangerang benar-benar dapat terwujud serta manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar salah satu warga Kecamatan Kronjo kepada Volunteernews.co.id pada Rabu (19/11/2025).

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur CV. Nusantara Bangun Pagi, pengawas teknis, maupun instansi terkait belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan atas dugaan tersebut.

Tujuan Proyek dan Kepentingan Lingkungan

Secara umum, proyek perkuatan tebing saluran air di Kabupaten Tangerang bertujuan:

1. Mencegah erosi yang dapat merusak bantaran saluran,

2. Mengurangi risiko banjir akibat meluapnya debit air,

3. Melindungi infrastruktur di sekitar area aliran,

4. Mencegah penumpukan sedimen yang dapat menghambat fungsi saluran, serta

5. Meningkatkan kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana penunjang kebutuhan masyarakat di masa depan.

Seiring berkembangnya laporan warga, publik kini menantikan kejelasan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut, sekaligus memastikan bahwa proyek berjalan sesuai standar dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari sumber lapangan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.