Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Foto: Pasha Yudha Ernowo IGID/Infopublik/ Youtube BNPB
Banda Aceh ; Pemerintah terus mengakselerasi penanganan dampak banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain fokus pada pemulihan infrastruktur dan distribusi logistik, kesiapan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar-mengajar pada awal Januari 2026. Sekolah dinilai tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan formal, tetapi juga sebagai sarana penting pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat perkembangan signifikan dalam berbagai aspek penanganan darurat dan transisi menuju pemulihan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pembukaan kembali sekolah pada minggu pertama Januari menjadi bagian dari strategi pemulihan jangka menengah.
“Sekolah yang kembali aktif bukan hanya memastikan keberlanjutan pendidikan, tetapi juga membantu memulihkan kondisi psikologis anak usia sekolah yang terdampak bencana,” ujar Abdul Muhari dalam pemutakhiran data kebencanaan harian BNPB, Kamis (25/12/2025).
Di tengah progres tersebut, BNPB melaporkan adanya penambahan enam korban jiwa hingga 25 Desember 2025. Dengan demikian, total korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 1.135 jiwa. Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi tercatat sebanyak 489.864 jiwa, tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, khususnya di wilayah yang masih memiliki daftar pencarian orang.
Pemulihan akses transportasi menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Sejumlah jalur alternatif dari Bener Meriah menuju Bireuen kini mulai dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, ruas jalan nasional Takengon–Bireuen berangsur pulih, sehingga distribusi logistik dan energi dari Bandara Rembele ke wilayah terdampak dapat kembali berjalan lebih lancar. Pemerintah menargetkan sebagian besar perbaikan jalan dan jembatan nasional rampung pada 30 Desember 2025, meskipun beberapa titik diperkirakan baru selesai pada minggu pertama Januari 2026.
Pemulihan akses jalan ini diharapkan menjadi katalis bagi perbaikan sektor lain, seperti listrik, telekomunikasi, dan distribusi energi. Dengan terbukanya jalur-jalur utama, mobilisasi bantuan serta aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap dapat kembali berjalan, meskipun masih dalam keterbatasan.
Dari Posko Nasional BNPB di Halim Perdanakusuma, Jakarta, tercatat sebanyak 1.370 ton logistik telah diterima sejak masa tanggap darurat. Dari jumlah tersebut, 1.361 ton telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak. Distribusi logistik ke Aceh mencapai 37,4 ton melalui jalur udara, Sumatra Utara 8,7 ton melalui jalur darat, dan Sumatra Barat 6,1 ton juga melalui jalur darat, seiring membaiknya kondisi jalan nasional. BNPB memastikan bahwa tambahan dukungan logistik dari berbagai kementerian, lembaga, serta organisasi kemasyarakatan akan terus berdatangan untuk memperkuat cadangan bantuan di daerah terdampak.
Pada aspek pemulihan hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi dipercepat dengan pola kerja hingga 18 jam per hari. Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 10 kabupaten/kota telah memulai pembangunan huntara. Sembilan di antaranya dibiayai oleh pemerintah, sementara satu kabupaten/kota melaksanakan pembangunan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Enam kabupaten telah menetapkan lokasi pembangunan, sedangkan dua lainnya masih dalam tahap identifikasi dan penyiapan lahan.
Di Sumatra Utara, proses pembangunan huntara berlangsung di empat kabupaten/kota, termasuk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Utara. Adapun Sumatra Barat mencatat progres pembangunan huntara paling cepat, dengan pekerjaan yang sudah berjalan di Pesisir Selatan, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kota Payakumbuh. Pemerintah daerah setempat dinilai cukup responsif dalam menyiapkan lahan dan mendukung percepatan pembangunan.
Meski hujan secara umum menunjukkan penurunan signifikan dalam satu bulan terakhir, BNPB tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap dinamika cuaca. Bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI, BNPB terus melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi di wilayah rawan. Beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan lebat dan banjir susulan, terutama di kawasan hulu dan daerah aliran sungai.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan pascabencana melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan langkah terpadu pada sektor infrastruktur, logistik, hunian, dan pendidikan, diharapkan kehidupan warga di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat segera pulih, aktivitas sosial-ekonomi kembali berjalan, serta anak-anak dapat melanjutkan masa depan mereka dengan lebih baik.












