Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari
Banda Aceh ; Pemerintah mencatat percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan nasional di wilayah terdampak banjir besar Sumatra menunjukkan hasil signifikan. Hingga Jumat (26/12/2025), sebanyak 92,5 persen ruas jalan nasional di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali fungsional dan operasional. Sementara itu, progres pemulihan jembatan nasional mencapai 78,7 persen.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur darat menjadi kunci untuk menekan jumlah pengungsi sekaligus memastikan distribusi bantuan dan logistik berjalan lancar ke wilayah terdampak.
“Pembukaan akses jalan menjadi prioritas krusial karena berpengaruh langsung terhadap evakuasi warga, distribusi bantuan, serta pemulihan layanan dasar,” ujar Abdul Muhari dalam pemutakhiran data kebencanaan harian BNPB, Jumat (26/12/2025).
BNPB melaporkan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya terputus kini mulai dapat dilalui. Salah satunya adalah jalur Bener Meriah–Bireuen, yang kini memiliki beberapa jalur alternatif dan sudah dapat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Ada tambahan proses pembukaan akses jalan Bener Meriah–Bireuen. Saat ini, beberapa jalur alternatif sudah mulai dilewati,” kata Abdul Muhari.
Selain membuka jalur alternatif, pemerintah juga mempercepat pemulihan Ruas Jalan Nasional Takengon–Bireuen. Jalur ini dinilai strategis karena berperan penting dalam mendukung distribusi logistik, khususnya pasokan energi dari Bandar Udara Rembele menuju wilayah tengah Aceh.
“Ruas Jalan Nasional Takengon–Bireuen sangat penting untuk memperlancar distribusi logistik, terutama pasokan energi,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum per 26 Desember 2025, progres pemulihan jalan nasional di wilayah terdampak meliputi Aceh sebanyak 33 dari 34 ruas jalan telah pulih atau setara 86,84 persen, Sumatra Utara 11 dari 12 ruas jalan pulih atau sekitar 91 persen, serta Sumatra Barat seluruh 30 ruas jalan nasional telah kembali berfungsi atau mencapai 100 persen.
Untuk infrastruktur jembatan nasional, pemerintah menargetkan seluruh akses jalan dan jembatan dapat berfungsi penuh pada 30 Desember 2025. Saat ini, fokus penanganan diarahkan pada jembatan dengan tingkat kerusakan berat.
“Percepatan pemulihan akses transportasi terus kita kebut bersama seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, hingga kementerian dan lembaga terkait. Termasuk penanganan Jembatan Beli di Lawe Penanggalan serta jembatan di wilayah Nipase, Kabupaten Bener Meriah,” ujar Abdul Muhari.
Pemerintah menegaskan upaya percepatan pemulihan akan terus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, BUMN, sektor swasta, relawan, serta masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kawasan terdampak sekaligus membangun kembali infrastruktur yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan pascabencana.












