Nasional

Baru 10 Persen Pesantren Tersentuh MBG, Pemerintah Didesak Percepat Pemerataan Gizi Santri

×

Baru 10 Persen Pesantren Tersentuh MBG, Pemerintah Didesak Percepat Pemerataan Gizi Santri

Sebarkan artikel ini

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. 

Jakarta ; Langkah pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional kini menyentuh jantung pendidikan keagamaan. Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di kawasan Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dalam upaya mempercepat implementasi program strategis nasional di sektor pangan.

Kunjungan tersebut mencakup Pondok Pesantren Terpadu Chasbullah, Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah 2, serta Pondok Pesantren As-Sa’idiyyah 2 Bahrul Ulum, tiga institusi pendidikan Islam yang menjadi representasi kuat tradisi keilmuan pesantren di Indonesia.

Lebih dari sekadar kunjungan seremonial, agenda ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan para kiai serta pengelola pesantren. Fokus utama pembahasan adalah percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi santri dan siswa di sekolah berbasis agama.

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan pondok pesantren saat ini masih dan akan terus dipercepat serta diperluas jangkauannya. Berdasarkan data Kementerian Agama, baru sekitar 10 persen pesantren yang menerima program ini,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangannya.

Angka tersebut menjadi penanda bahwa masih terdapat kesenjangan distribusi program, terutama di lingkungan pesantren yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia. Padahal, ribuan santri menggantungkan kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk asupan gizi, pada sistem yang dikelola secara mandiri oleh pesantren.

Menurut Zulkifli Hasan, perhatian terhadap pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata. Santri, sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, membutuhkan akses terhadap makanan bergizi yang berkelanjutan guna menunjang proses belajar dan pembentukan karakter.

Tak hanya soal gizi, pertemuan tersebut juga menyinggung isu strategis lain: ketahanan pangan nasional. Dalam konteks global yang terus bergejolak, pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk turut berperan dalam mendorong kemandirian pangan, baik melalui pengembangan pertanian berbasis komunitas maupun edukasi kemandirian ekonomi.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi titik temu antara kebijakan negara dan kearifan lokal pesantren. Pemerintah menargetkan percepatan distribusi program MBG dapat berjalan lebih merata dan tepat sasaran, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat.

Di tengah dinamika zaman, pesantren kembali menunjukkan perannya yang tak tergantikan, bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan bangsa dari akar rumput.