Daerah

Banjir Belum Surut, Warga Kec.Binuang Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

×

Banjir Belum Surut, Warga Kec.Binuang Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Sebarkan artikel ini
Warga Kec.Binuang  Kab.Serang Bertahan di Tenda Pengungsian, Banjir Masih Rendam Permukiman dan Sawah

Warga korban banjir di wilayah Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di sepanjang Jalan Raya tanggul Kali Cidurian,

Kabupaten Serang ; Warga korban banjir di wilayah Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di sepanjang Jalan Raya tanggul Kali Cidurian, Kondisi tersebut terjadi lantaran rumah-rumah warga masih terendam air dengan ketinggian yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Warga Kec.Binuang  Kab.Serang Bertahan di Tenda Pengungsian, Banjir Masih Rendam Permukiman dan Sawah
Ket.foto : Akses Jalan dari Kampung Nusa menuju jalan Raya tanggul kali Cidurian terputus akibat banjir. 

Banjir yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir terus meluas seiring meningkatnya debit air. Selain merendam permukiman, genangan juga menutup lahan persawahan milik warga yang menjadi sumber penghidupan  masyarakat setempat.

Debit air masih terus meningkat yang menyebabkan rumah-rumah warga dan lahan persawahan terendam banjir. Tenda-tenda pengungsian pun terpaksa didirikan di sepanjang Jalan Raya tanggul kali Cidurian ” ungkap salah seorang warga, Senin (26/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik terdampak banjir masih terendam cukup parah. Puluhan tenda pengungsian tampak berdiri di bahu jalan sebagai tempat berlindung sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Selain merendam permukiman, banjir juga mengakibatkan terputusnya beberapa akses jalan alternatif. Di antaranya akses dari Kampung Binuang Rawa menuju Kampung Sampiran, jalur dari Kampung Sampiran ke Kampung Jati, serta akses dari Kampung Nusa menuju Jalan Raya tanggul kali Cidurian.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Sebagian warga terpaksa menghentikan kegiatan bekerja dan bertani, sementara anak-anak kesulitan mengikuti kegiatan belajar akibat terbatasnya akses dan fasilitas.

Di tengah situasi yang masih memprihatinkan, para pengungsi berharap adanya perhatian dan bantuan lebih lanjut dari Pemerintah Daerah Kabupaten Serang. Bantuan yang diharapkan meliputi kebutuhan logistik, layanan kesehatan, serta upaya percepatan penanganan banjir.

Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan membantu warga yang terdampak, karena kondisi di pengungsian masih sangat terbatas,” ujar warga lainnya.

Hingga saat ini, warga masih bertahan di tenda-tenda darurat sambil menunggu air surut dan kondisi lingkungan kembali memungkinkan untuk ditempati. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret guna meringankan beban para korban serta memulihkan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.