Nasional

Air Bersih dan Sinyal Pulih, Warga Aceh Tamiang Mulai Menata Kehidupan Pascabanjir

×

Air Bersih dan Sinyal Pulih, Warga Aceh Tamiang Mulai Menata Kehidupan Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
Air Bersih dan Sinyal Pulih, Warga Aceh Tamiang Mulai Menata Kehidupan Pascabanjir

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam pelepasan bantuan untuk korban bencana banjir Aceh Tamiang di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (28/12/2025). 

Deli Serdang ; Perlahan namun pasti, denyut kehidupan warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kembali berdenyut. Setelah berhari-hari menghadapi keterbatasan air bersih dan terputusnya komunikasi, kini warga mulai dapat menjalankan kembali aktivitas harian seiring pulihnya layanan dasar pascabencana.

Distribusi air bersih menjadi salah satu fokus utama pemulihan. Sebanyak 118 tangki air berkapasitas masing-masing 8.000 liter dikirimkan ke wilayah-wilayah yang sumber airnya tercemar akibat banjir. Penyaluran dilakukan secara bertahap selama sepekan untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi secara merata.

Ketersediaan air bersih memungkinkan warga kembali memenuhi kebutuhan vital, mulai dari minum dan memasak hingga beribadah. Di saat yang sama, akses komunikasi yang sempat terputus kini berangsur pulih seiring aktifnya kembali jaringan telekomunikasi. Warga pun dapat kembali menghubungi keluarga, memperoleh informasi, serta mengurus berbagai keperluan dasar yang sempat tertunda.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa upaya pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat terdampak. Hal itu disampaikannya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (28/12/2025).

Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya.

Selain air bersih, bantuan yang disalurkan juga mencakup obat-obatan, pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, tenda pengungsian dengan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta berbagai kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah turut menyiapkan alat berat dan pembangunan sumur bor untuk membersihkan lumpur sekaligus memulihkan kondisi lingkungan permukiman warga.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Di sisi konektivitas, Meutya menyampaikan bahwa progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak secara umum telah melampaui 95 persen. Namun, di beberapa titik seperti Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, jaringan masih bergantung pada ketersediaan pasokan listrik dan berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.

Pemulihan jaringan sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat proses pemulihannya,” jelas Meutya.

Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemulihan konektivitas agar layanan publik tetap berjalan, informasi darurat tersampaikan, serta komunikasi antaranggota keluarga tidak terputus. Dengan pulihnya air bersih dan jaringan komunikasi, warga Aceh Tamiang diharapkan dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan pascabanjir.

Sumber : Siaran Pers