Internasional

15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Baku, Indonesia Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Iran–AS–Israel

×

15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Baku, Indonesia Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Iran–AS–Israel

Sebarkan artikel ini
15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Baku, Indonesia Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Iran–AS–Israel

Pemerintah Indonesia mengevakuasi puluhan WNI dari Iran lewat Azerbaijan pascaterjadinya serangan militer Israel, Selasa (24/6/2025). 

Teheran,Iran ; Pemerintah Indonesia bergerak cepat menyusul memanasnya konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran telah menyampaikan permohonan untuk segera dievakuasi.

Evakuasi akan ditempuh melalui jalur darat menuju Baku, ibu kota Azerbaijan, mengingat ruang udara Iran masih ditutup akibat situasi keamanan. Perjalanan dari Teheran menuju Baku diperkirakan memakan waktu sekitar sepuluh jam sebelum para WNI melanjutkan penerbangan menuju Jakarta.

Sedang diatur kapan evakuasi dilaksanakan karena ruang udara juga sedang ditutup. Kalau dari Teheran ke Baku itu sekitar sepuluh jam perjalanan darat,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Kementerian Luar Negeri menegaskan, langkah evakuasi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan logistik serta kondisi kesehatan para WNI, mengingat panjangnya rute perjalanan darat yang harus ditempuh di tengah situasi keamanan yang dinamis.

Instruksi langsung telah diberikan kepada Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, agar segera mengeksekusi langkah-langkah teknis evakuasi. Pemerintah menegaskan, prinsip utama yang dipegang adalah menghormati kehendak warga negara.

Yang minta evakuasi, kita evakuasi. Tidak mungkin yang tidak mau dipindahkan, kita pindahkan,” tegas Sugiono.

Di kawasan Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman, belum ada permintaan evakuasi dari WNI. Sugiono menyebut, di Qatar saja terdapat sekitar 27 ribu WNI, namun hingga kini situasi dinilai masih terkendali dan tidak ada pengajuan pemindahan.

Eskalasi Konflik dan Dampaknya

Ketegangan meningkat tajam setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran memicu serangan balasan. Data yang dirilis otoritas setempat menyebut korban tewas telah mencapai 787 orang. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi semakin mengguncang setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan tersebut bersama sejumlah pejabat senior pemerintahan dan militer Iran. Peristiwa ini menandai eskalasi paling serius dalam konflik kawasan dalam beberapa dekade terakhir.

Di tengah dinamika tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai kemungkinan dampak geopolitik, termasuk perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri.

Diplomasi Tetap Diutamakan

Selain langkah evakuasi, Indonesia juga mengedepankan jalur diplomatik. Sugiono mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan yang berujung pada konflik terbuka.

Indonesia kembali menegaskan prinsip penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan wilayah setiap negara, serta mendorong seluruh pihak untuk kembali ke meja perundingan.

Lebih jauh, Presiden Prabowo disebut menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator apabila mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang berkonflik. Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mengedepankan politik luar negeri bebas aktif.

Di tengah gejolak geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda, pemerintah memastikan pemantauan situasi dilakukan secara intensif. Perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama, sembari Indonesia terus menggaungkan diplomasi sebagai jalan keluar dari konflik yang berpotensi memperluas instabilitas kawasan.